Peran Guru dalam Pembelajaran Sosial-Emosional untuk Mendukung ODHA
Sumber Gambar. https://www.sudutedu.com
Pembelajaran
sosial-emosional sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang mendukung
ODHA. Guru memiliki peran utama dalam melatih keterampilan ini. Ketika siswa
mampu mengelola emosi, mereka lebih mudah menghargai perbedaan. Sikap empatik
tumbuh secara alami dalam diri mereka.
Guru
dapat melatih kesadaran diri siswa melalui refleksi rutin. Refleksi membantu
mereka mengenali perasaan dan pikiran sendiri. Dengan cara ini, siswa lebih
peka terhadap keadaan orang lain. Kesadaran diri menjadi dasar terbentuknya
sikap inklusif.
Keterampilan
pengelolaan stres juga perlu diajarkan. Guru dapat memberikan latihan sederhana
untuk menenangkan pikiran. Kemampuan ini membantu siswa menghadapi situasi
sosial yang menegangkan. Mereka menjadi lebih siap berinteraksi dengan teman
dari berbagai latar belakang.
Kemampuan
membangun hubungan baik sangat penting dalam mendukung ODHA. Guru dapat
memberikan contoh melalui komunikasi positif. Ketika guru bersikap ramah, siswa
akan meniru perilaku tersebut. Lingkungan sekolah menjadi lebih nyaman untuk
semua.
Guru
juga dapat menciptakan kegiatan pembelajaran kooperatif. Kegiatan ini mendorong
siswa bekerja sama dalam kelompok. Saat bekerja bersama, mereka belajar
menghargai kontribusi masing-masing. Aktivitas ini memperkuat rasa kebersamaan.
Pengambilan
keputusan yang bijak dapat dilatih melalui studi kasus. Guru menyajikan situasi
tertentu dan mengajak siswa menentukan solusi. Latihan ini melatih mereka
berpikir kritis dan berempati. Kemampuan ini sangat dibutuhkan dalam mendukung
ODHA.
Pendidikan
sosial-emosional perlu dilakukan secara konsisten. Guru harus memasukkan
nilai-nilai ini ke dalam kegiatan sehari-hari. Keteladanan guru menjadi faktor
penting keberhasilan pembelajaran. Siswa akan meniru apa yang mereka lihat
setiap hari.
Dengan
pembelajaran sosial-emosional yang baik, siswa dapat mendukung ODHA tanpa
stigma. Guru telah berhasil mencetak generasi yang peduli dan memahami
perbedaan. Lingkungan sekolah menjadi lebih damai dan harmonis. Inilah
kontribusi besar guru bagi masa depan inklusif.
Author
: Naela Zulianti Ashlah
Editor : Naela Zulianti Ashlah