Peran Guru dalam Menangani Perundungan terhadap ODHA di Sekolah
Sumber
Gambar. https://www.aida.or.id/2024/01/11585/bagaimana-menangani-perundungan-anak
Perundungan
terhadap ODHA masih menjadi masalah serius di beberapa sekolah. Guru memiliki
tanggung jawab besar untuk mencegah dan menanganinya. Tanpa tindakan cepat,
perundungan dapat melukai harga diri ODHA. Lingkungan belajar pun menjadi tidak
aman.
Guru
perlu memberikan edukasi kepada siswa tentang dampak buruk perundungan. Edukasi
ini menumbuhkan kesadaran moral dalam diri siswa. Ketika mereka memahami
konsekuensi tindakannya, mereka lebih berhati-hati. Sikap empati akan tumbuh
secara bertahap.
Ketika
terjadi perundungan, guru harus bertindak tegas. Penanganan cepat memberikan
pesan bahwa diskriminasi tidak dapat ditoleransi. Siswa perlu memahami bahwa
semua orang berhak merasa aman. Tindakan tegas ini mencegah kasus serupa
terulang.
Guru
juga dapat melakukan bimbingan konseling sederhana. Konseling membantu korban
merasa didukung secara emosional. Dukungan guru meningkatkan rasa percaya diri
ODHA. Mereka merasa tidak sendirian dalam menghadapi situasi sulit.
Pihak
sekolah perlu memiliki aturan tertulis tentang anti-perundungan. Guru berperan
penting dalam mensosialisasikan aturan tersebut. Dengan aturan jelas, siswa
tahu batasan perilaku yang diperbolehkan. Ini menciptakan lingkungan yang lebih
tertib dan aman.
Guru
dapat melibatkan siswa dalam kegiatan anti-perundungan. Kampanye kreatif
membantu meningkatkan kesadaran seluruh warga sekolah. Kegiatan ini memperkuat
budaya saling menghargai. Siswa menjadi bagian dari solusi.
Pemantauan
rutin juga diperlukan untuk mencegah perundungan. Guru harus peka terhadap
perubahan perilaku siswa. Ketika ada tanda-tanda masalah, guru dapat bertindak
lebih awal. Pencegahan dini sangat efektif dalam melindungi ODHA.
Dengan
peran aktif guru, perundungan dapat diminimalisir. Sekolah menjadi tempat aman
bagi ODHA untuk belajar dan berkembang. Tindakan guru menciptakan perubahan
besar dalam sikap siswa. Inilah langkah penting menuju sekolah yang benar-benar
inklusif.
Author
: Naela Zulianti Ashlah
Editor : Naela Zulianti Ashlah