PERAN GURU DALAM MENANAMKAN NILAI-NILAI ANTIKORUPSI PADA SISWA SD
Sumber
foto: Gemini AI
Guru memiliki peran sentral sebagai agen perubahan dalam menanamkan nilai-nilai antikorupsi kepada siswa sekolah dasar. Sebagai figur yang paling sering berinteraksi dengan siswa, guru tidak hanya mentransfer pengetahuan akademik, tetapi juga membentuk karakter dan kepribadian anak. Keteladanan guru dalam berperilaku jujur, adil, dan bertanggung jawab menjadi pembelajaran paling bermakna bagi siswa.
Dalam praktiknya, guru menerapkan berbagai strategi untuk menanamkan nilai antikorupsi. Pertama, melalui keteladanan langsung dalam keseharian, seperti datang tepat waktu, memberikan penilaian objektif, dan bersikap adil kepada semua siswa. Kedua, melalui pembelajaran yang dirancang khusus dengan metode storytelling, role playing, dan diskusi interaktif tentang pentingnya kejujuran dan integritas.
Guru juga menciptakan program pembiasaan yang mendukung internalisasi nilai antikorupsi. Program seperti "Aku Anak Jujur", pojok baca antikorupsi, dan kegiatan refleksi harian membantu siswa memahami pentingnya berperilaku antikorupsi. Komunikasi intensif dengan orang tua juga dilakukan untuk memastikan konsistensi penanaman nilai di sekolah dan rumah.
Tantangan yang dihadapi guru meliputi keterbatasan pemahaman tentang metode pengajaran antikorupsi dan perlunya pengembangan kapasitas berkelanjutan. Pelatihan dan workshop tentang pendidikan karakter antikorupsi sangat diperlukan. Dengan komitmen kuat dan strategi tepat, guru dapat menjadi ujung tombak keberhasilan pendidikan karakter antikorupsi di sekolah dasar.
Author & Editor: Nadia Anike Putri