Peran Guru dalam Membentuk Lingkungan Kelas yang Bebas Stigma terhadap ODHA
Sumber Gambar. https://guruinovatif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com/6384/Untitled-design.jpg
Guru
memiliki peran sentral dalam menciptakan suasana kelas yang bebas stigma.
Setiap tindakan dan ucapan guru menjadi contoh bagi siswa. Ketika guru tegas
menolak perilaku diskriminatif, siswa akan mengikutinya. Lingkungan kelas pun
menjadi lebih aman bagi ODHA.
Guru
perlu menjelaskan bahwa stigma berasal dari ketidaktahuan. Pengetahuan yang
keliru membuat banyak orang takut terhadap ODHA. Dengan memberikan edukasi yang
tepat, siswa dapat memahami situasi sebenarnya. Stigma akan berkurang ketika
pemahaman meningkat.
Aturan
kelas dapat dijadikan alat untuk memperkuat sikap inklusif. Guru menetapkan
norma saling menghargai antar siswa. Ketika semua mematuhi aturan, suasana
belajar menjadi harmonis. ODHA pun merasa diterima dan aman.
Guru
dapat memperkaya pembelajaran dengan contoh nyata. Kisah-kisah inspiratif ODHA
membuat siswa memahami bahwa mereka mampu berprestasi. Cerita ini membantu
mengubah pandangan negatif yang mungkin dimiliki siswa. Sikap positif dapat
tumbuh dari pengetahuan yang benar.
Kegiatan
refleksi diri dapat memperkuat pemahaman siswa mengenai sikap menghargai. Guru
meminta mereka menuliskan hal yang membuat orang lain merasa aman. Refleksi ini
membantu siswa menyadari perilaku yang harus dihindari. Kesadaran diri menjadi
langkah awal perubahan.
Guru
perlu memberikan pujian ketika siswa menunjukkan sikap inklusif. Penguatan
positif mendorong siswa untuk mengulang perilaku baik tersebut. Kebiasaan ini
dapat menjadi budaya kelas yang membangun. Dengan demikian, nilai inklusif
tertanam kuat dalam diri siswa.
Guru
juga dapat menerapkan kegiatan kelompok untuk mempererat hubungan antar siswa.
Aktivitas bersama memudahkan mereka saling mengenal dan menghargai. Ketika
hubungan positif terjalin, diskriminasi cenderung berkurang. Kolaborasi menjadi
alat efektif untuk menghilangkan stigma.
Dengan
langkah-langkah konsisten, guru dapat membangun kelas yang benar-benar bebas
stigma. ODHA dapat belajar tanpa rasa takut atau cemas. Siswa pun tumbuh
menjadi pribadi yang lebih terbuka dan menghargai keberagaman. Lingkungan kelas
menjadi wadah inklusi yang nyata.
Author
: Naela Zulianti Ashlah
Editor : Naela Zulianti Ashlah