Peran Guru dalam Membangun Lingkungan Sekolah Ramah ODHA
Sumber
Gambar. https://gurudikdas.dikdasmen.go.id
Lingkungan sekolah yang ramah ODHA penting untuk
mendukung inklusivitas. Guru sebagai garda terdepan memiliki peran besar dalam
mewujudkannya. Sekolah harus menjadi tempat aman bagi semua siswa tanpa
memandang status kesehatan. Upaya ini membantu menghilangkan rasa takut dan
stigma.
Guru dapat memulai dengan menciptakan budaya saling
menghargai di kelas. Setiap siswa diberi kesempatan yang sama untuk
berpendapat. Dengan suasana demokratis, siswa merasa diterima apa adanya. Hal
ini membantu ODHA merasa nyaman menjalani aktivitas belajar.
Peraturan sekolah harus mendukung
pembiasaan inklusif. Guru berperan dalam menyosialisasikan aturan yang melarang
diskriminasi. Ketika aturan dijalankan konsisten, siswa belajar menghargai
keberagaman. Ini menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.
Guru dapat memperkuat pemahaman siswa melalui kegiatan
pembelajaran tematik. Tema-tema kemanusiaan membantu siswa memahami pentingnya
penghargaan terhadap ODHA. Kegiatan ini juga menanamkan nilai solidaritas sejak
dini. Sikap positif akan terbentuk melalui pengalaman belajar.
Kolaborasi antar-guru juga penting dalam menciptakan
lingkungan ramah ODHA. Semua guru harus memiliki visi yang sama tentang
inklusivitas. Ketika guru bersatu, pesan yang diterima siswa menjadi lebih
kuat. Hal ini mempercepat perubahan budaya sekolah.
Guru dapat melatih siswa untuk menyelesaikan konflik
secara damai. Kemampuan mediasi membantu siswa menyelesaikan masalah tanpa
kekerasan. Keterampilan ini diperlukan agar tidak terjadi perundungan terhadap
ODHA. Pembiasaan ini menciptakan lingkungan aman bagi semua.
Kegiatan ekstrakurikuler dapat menjadi sarana untuk
membangun persahabatan. Guru pembina dapat menciptakan aktivitas yang
melibatkan ODHA secara inklusif. Keterlibatan aktif ODHA membuat mereka merasa
dihargai. Ini memperkuat rasa kebersamaan di sekolah.
Lingkungan sekolah yang ramah ODHA adalah hasil kerja
bersama. Peran guru menjadi kunci dalam menggerakkan budaya inklusi. Ketika
guru menunjukkan kepedulian, siswa pun akan menirunya. Sekolah pun menjadi
tempat yang aman dan menghargai semua perbedaan.
Author
: Naela Zulianti Ashlah
Editor : Naela Zulianti Ashlah