PENGUATAN NILAI INTEGRITAS MELALUI PENDIDIKAN ANTIKORUPSI DI SEKOLAH DASAR
Sumber foto: Gemini AI
Integritas adalah kesesuaian antara perkataan dan perbuatan, antara nilai yang diyakini dan perilaku yang ditampilkan. Nilai ini menjadi inti dari karakter antikorupsi karena orang yang berintegritas tidak akan melakukan korupsi meskipun ada kesempatan. Penguatan nilai integritas di sekolah dasar sangat krusial karena masa ini adalah periode emas pembentukan karakter yang akan terbawa sepanjang hidup.
Penguatan integritas dilakukan melalui pendekatan holistik yang melibatkan seluruh aspek kehidupan sekolah. Dalam pembelajaran, guru mengintegrasikan nilai integritas dalam diskusi, analisis kasus, dan refleksi. Siswa diajak memahami pentingnya konsistensi antara apa yang dikatakan dan dilakukan. Mereka belajar bahwa integritas bukan tentang sempurna, tetapi tentang kejujuran mengakui ketidaksempurnaan dan komitmen untuk terus memperbaiki diri.
Praktik nyata integritas diterapkan melalui berbagai program seperti pemilihan ketua kelas yang fair, pengelolaan kas kelas yang transparan, dan sistem penilaian yang objektif. Siswa juga dilibatkan dalam membuat kesepakatan kelas yang kemudian harus mereka patuhi. Ketika ada pelanggaran, prosesnya tidak berfokus pada hukuman tetapi pada refleksi dan pembelajaran. Siswa didorong untuk bertanya "apakah tindakan saya sudah sesuai dengan nilai yang saya yakini?"
Pembentukan budaya sekolah yang mendukung integritas sangat penting. Ini dimulai dari kepemimpinan kepala sekolah yang berintegritas, guru yang menjadi teladan, dan sistem yang transparan dan akuntabel. Ketika seluruh ekosistem sekolah mempraktikkan integritas, siswa akan melihat nilai tersebut bukan sebagai konsep abstrak tetapi sebagai cara hidup. Penguatan integritas di SD akan menghasilkan generasi yang kuat karakternya dan menjadi agen perubahan untuk Indonesia yang lebih bersih.
Author & Editor: Nadia Anike Putri