PENERAPAN METODE ROLE PLAYING DALAM PENDIDIKAN KARAKTER ANTIKORUPSI SD
Sumber foto: Gemini AI
Role playing atau bermain peran merupakan metode pembelajaran aktif yang sangat efektif untuk pendidikan karakter antikorupsi di sekolah dasar. Melalui role playing, siswa dapat merasakan langsung situasi yang melibatkan dilema moral, mengeksplorasi berbagai perspektif, dan berlatih mengambil keputusan yang sesuai dengan nilai antikorupsi. Metode ini mengubah pembelajaran dari pasif menjadi aktif, dari abstrak menjadi konkret, dan dari kognitif menjadi experiential.
Implementasi role playing dalam pendidikan antikorupsi dimulai dengan menyiapkan skenario yang relevan dengan kehidupan siswa SD. Contoh skenario: siswa menemukan dompet di kelas dan harus memutuskan apakah akan mengambil atau melaporkan, siswa diminta teman untuk memberikan contekan saat ujian, atau siswa melihat ketua kelas menggunakan uang kas untuk keperluan pribadi. Setiap skenario dirancang untuk memunculkan konflik nilai yang mendorong siswa berpikir kritis tentang keputusan yang tepat.
Proses role playing melibatkan beberapa tahap: persiapan dimana guru menjelaskan skenario dan membagi peran, pelaksanaan dimana siswa memerankan tokoh sesuai skenario, dan refleksi dimana seluruh kelas mendiskusikan keputusan yang diambil tokoh dan alternatif lain yang mungkin lebih baik. Guru berperan sebagai fasilitator yang memberikan panduan tanpa menghakimi. Siswa didorong untuk mengekspresikan pemikiran dan perasaan mereka, belajar dari perspektif yang berbeda, dan memahami konsekuensi dari setiap keputusan.
Keunggulan role playing adalah pembelajaran melalui pengalaman langsung yang lebih berkesan daripada sekadar mendengarkan ceramah. Siswa mengembangkan empati dengan merasakan posisi orang lain, melatih kemampuan problem solving dalam situasi moral yang kompleks, dan membangun kepercayaan diri untuk bertindak sesuai nilai yang benar. Metode ini juga mengembangkan keterampilan komunikasi dan kerjasama. Dengan role playing yang dirancang sistematis, pendidikan antikorupsi menjadi pengalaman bermakna yang membentuk karakter siswa secara mendalam.
Author & Editor: Nadia Anike Putri