Pendidikan HAM Berbasis Nilai melalui Kegiatan Literasi di SD
Kegiatan literasi dapat dimanfaatkan untuk pendidikan HAM di sekolah dasar. Melalui membaca dan menulis, siswa dikenalkan pada nilai kemanusiaan. Bacaan yang dipilih memuat pesan empati dan keadilan. Siswa belajar memahami situasi orang lain. Literasi menjadi sarana refleksi nilai HAM.
Guru dapat mengajak siswa mendiskusikan isi bacaan. Pertanyaan diarahkan pada sikap tokoh dan pesan moral. Diskusi ini melatih kemampuan berpikir kritis. Anak belajar mengaitkan bacaan dengan kehidupan nyata. Nilai HAM tertanam melalui pemahaman cerita.
Menulis refleksi sederhana juga dapat memperkuat pembelajaran. Siswa diajak menuliskan perasaan atau pendapat mereka. Guru memberikan umpan balik yang membangun. Proses ini menghargai ekspresi siswa. Hak berpendapat diterapkan dalam pembelajaran.
Kegiatan literasi juga mendukung inklusivitas. Semua siswa diberi kesempatan membaca dan menulis sesuai kemampuan. Guru dapat menyesuaikan strategi pembelajaran. Lingkungan belajar menjadi ramah anak. Pendidikan HAM berjalan seiring dengan literasi.
Dengan literasi berbasis nilai, pendidikan HAM menjadi lebih kontekstual. Siswa belajar melalui teks dan refleksi. Sekolah dapat mengintegrasikan nilai HAM dalam program literasi. Pembelajaran menjadi lebih bermakna. Literasi dan HAM saling menguatkan.
Author: Arika Rahmania
Editor: Arika Rahmania
Sumber: AI