Pendidikan Antikorupsi: Apa yang Bisa Dilakukan Guru?
Pencegahan korupsi tidak hanya menjadi tanggung jawab
lembaga hukum, tetapi juga dunia pendidikan. Guru memegang peran strategis
sebagai agen pembentukan karakter, khususnya dalam menanamkan nilai kejujuran,
tanggung jawab, dan integritas. Pendidikan antikorupsi di sekolah kini menjadi
fokus penting untuk membentuk generasi yang mampu menolak praktik koruptif
sejak dini.
Menurut Dr. Helena Morgan, pakar etika pendidikan dari
University of Melbourne pada 2025, guru memiliki pengaruh besar dalam membentuk
perilaku siswa. “Siswa lebih mudah meniru apa yang mereka lihat daripada
sekadar mengikuti aturan tertulis. Keteladanan guru menjadi faktor kunci dalam
menanamkan nilai-nilai antikorupsi,” ujarnya. Dengan perilaku konsisten, guru
dapat menunjukkan bahwa integritas adalah prinsip hidup, bukan sekadar teori.
Dalam praktiknya, guru dapat mengintegrasikan
pendidikan antikorupsi melalui berbagai metode pembelajaran. Diskusi dilema
moral, studi kasus, proyek kolaboratif, dan simulasi situasi nyata memungkinkan
siswa mempraktikkan keputusan etis. Metode ini membantu siswa memahami
konsekuensi dari perilaku tidak jujur dan menumbuhkan kesadaran tanggung jawab
sejak dini.
Keteladanan guru juga tercermin dari tindakan
sederhana sehari-hari, seperti menegakkan aturan dengan adil, transparan dalam
penilaian, serta konsisten dalam disiplin. Perilaku ini menjadi contoh konkret
bagi siswa untuk menginternalisasi nilai integritas dalam kehidupan mereka,
sehingga pendidikan antikorupsi menjadi nyata dan relevan.
Lingkungan sekolah turut berperan penting. Sekolah
yang mendukung transparansi, keadilan, dan penghargaan terhadap usaha siswa
memperkuat pendidikan karakter. Suasana positif ini mendorong siswa untuk
meniru perilaku guru dan menginternalisasi nilai-nilai antikorupsi dalam
keseharian.
Dengan langkah-langkah ini, guru tidak hanya
mengajarkan pengetahuan akademik, tetapi juga membentuk karakter siswa yang
berintegritas. Pendidikan antikorupsi melalui keteladanan dan metode
pembelajaran yang tepat diharapkan mampu mencetak generasi muda yang siap
menghadapi tantangan moral dan sosial di masa depan.
Author: Wasis Suprapto
Editor: Arika Rahmania
Sumber: AI