Pemimpin Mahasiswa Teladani Akhlak Rasulullah
Kepemimpinan mahasiswa memegang peran strategis dalam menggerakkan organisasi kemahasiswaan dan membentuk iklim sosial kampus. Dalam menjalankan amanah tersebut, keteladanan akhlak Rasulullah SAW menjadi pedoman utama bagi para pemimpin mahasiswa agar mampu memimpin dengan integritas, keadilan, dan kepedulian.
Al-Qur’an menegaskan keteladanan Rasulullah SAW melalui firman Allah, “Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, yaitu bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan (kedatangan) hari kiamat serta banyak mengingat Allah” (QS. Al-Ahzab: 21). Ayat ini menjadi landasan moral bagi pemimpin mahasiswa untuk menjadikan kepemimpinan sebagai bentuk pengabdian, bukan sarana mencari kepentingan pribadi.
Akhlak kepemimpinan Rasulullah juga ditandai dengan sikap amanah dan tanggung jawab. Dalam Al-Qur’an ditegaskan, “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya…” (QS. An-Nisa: 58). Nilai amanah ini relevan bagi pemimpin mahasiswa dalam mengelola organisasi, mengambil keputusan, dan menjalankan program kemahasiswaan secara transparan dan adil.
Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda, “Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya” (HR. Bukhari dan Muslim). Hadis ini menegaskan bahwa kepemimpinan merupakan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan akhlak mulia.
Penerapan akhlak Rasulullah dalam kepemimpinan mahasiswa tercermin melalui sikap adil terhadap anggota, keterbukaan dalam bermusyawarah, serta kepedulian terhadap aspirasi dan kebutuhan mahasiswa. Kepemimpinan yang berlandaskan akhlak mulia akan memperkuat kepercayaan dan solidaritas di lingkungan organisasi kemahasiswaan.
Al-Ghazali menegaskan bahwa pemimpin yang baik adalah mereka yang mampu mengendalikan diri, bersikap adil, dan mengutamakan kemaslahatan bersama di atas kepentingan pribadi (Al-Ghazali, 2015). Pandangan ini sejalan dengan teladan kepemimpinan Rasulullah SAW yang humanis dan berkeadaban.
Dengan meneladani akhlak Rasulullah SAW, pemimpin mahasiswa diharapkan mampu menjadi teladan bagi rekan-rekannya, menguatkan budaya organisasi yang sehat, serta berkontribusi positif dalam membangun kehidupan kampus yang berintegritas dan bermartabat.
Daftar Pustaka
Al-Qur’an al-Karim. (2019). Surah Al-Ahzab ayat 21; Surah An-Nisa ayat 58. Jakarta: Kementerian Agama Republik Indonesia.
Al-Bukhari. (2002). Shahih al-Bukhari. Beirut: Dar Ibn Katsir.
Muslim bin al-Hajjaj. (2002). Shahih Muslim. Beirut: Dar Ihya’ at-Turats al-‘Arabi.
Al-Ghazali. (2015). Ihya’ Ulumuddin. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyah.
Penulis : Wasis Suprapto
Editor : Naela Zulianti Ashlah