Pemerintah Janjikan Perbaikan Infrastruktur Sekolah
Pada momentum Hari Guru 2025, pemerintah kembali menegaskan komitmennya untuk memperbaiki infrastruktur sekolah di seluruh Indonesia. Banyak sekolah yang masih menghadapi kondisi bangunan tidak layak, ruang kelas minim cahaya, hingga akses sanitasi dan air bersih yang tidak memadai. “Guru bisa mengajar dengan maksimal jika fasilitas sekolah mendukung. Infrastruktur adalah pondasi kualitas pembelajaran,” ujar seorang pejabat pendidikan dalam peringatan nasional Hari Guru.
Para guru menyambut baik janji tersebut, namun tetap menekankan bahwa perbaikan infrastruktur tidak boleh lagi sekadar wacana. Mereka mengungkapkan bahwa ketimpangan fasilitas antarwilayah masih sangat besar, terutama di daerah terpencil. Selain bangunan, ketersediaan listrik stabil, jaringan internet, dan perangkat pembelajaran modern juga menjadi kebutuhan mendesak yang belum merata.
Ahli kebijakan pendidikan dari Inggris, Prof. Andrew Collins (2024), menyatakan bahwa negara dengan infrastruktur sekolah kuat cenderung memiliki kualitas pembelajaran lebih tinggi. “Lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan modern memberi dampak besar terhadap motivasi guru serta fokus belajar siswa. Infrastruktur bukan sekadar fisik, tetapi prasyarat keadilan pendidikan,” jelasnya. Ia menekankan pentingnya monitoring proyek pembangunan agar benar-benar tepat sasaran.
Dari Spanyol, pakar manajemen pendidikan Dr. Lucia Navarro (2023) menambahkan bahwa perbaikan infrastruktur harus disertai pendekatan jangka panjang. “Sekolah membutuhkan rencana pemeliharaan rutin, bukan hanya perbaikan ketika rusak berat. Pemerintah harus membangun sistem manajemen fasilitas yang berkelanjutan,” katanya. Ia menyarankan agar sekolah diberi otonomi anggaran tertentu untuk perbaikan kecil agar tidak menunggu pusat terlalu lama.
Momentum Hari Guru 2025 menjadi dorongan kuat bagi pemerintah untuk merealisasikan perbaikan infrastruktur secara nyata, bukan sekadar janji tahunan. Para pendidik berharap peningkatan fasilitas dapat berjalan cepat, transparan, dan merata. Dengan infrastruktur yang memadai, proses belajar mengajar akan lebih efektif, nyaman, dan mampu mendukung transformasi pendidikan nasional ke arah yang lebih maju.
Penulis: Wasis Soeprapto
Ediotor: Arika Rahmania
Sumber: AI