Pemerintah Dorong Integrasi Program Kesehatan Mental bagi Guru di Lingkungan Sekolah
sumber:
https://share.google/cAUIN8l9RsNT3Vs0g
Pemerintah semakin menaruh perhatian
pada kesehatan mental guru sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas
pendidikan nasional. Guru disebut menghadapi tekanan besar akibat tumpukan
administratif, beban sosial, dan tuntutan profesional. Tekanan tersebut dapat
memengaruhi produktivitas dan kualitas pembelajaran. Oleh karena itu,
pemerintah mendorong integrasi program kesehatan mental di lingkungan sekolah.
Kebijakan ini menjadi langkah penting untuk menciptakan iklim kerja yang lebih
sehat.
Kementerian Pendidikan menyampaikan
bahwa program kesehatan mental akan mencakup layanan konseling, sesi
mindfulness, dan pelatihan manajemen stres. Sekolah diminta menyediakan ruang
khusus untuk kegiatan konseling dan refleksi diri. Pemerintah juga akan bekerja
sama dengan tenaga profesional untuk mendampingi guru yang membutuhkan. Selain
itu, materi pelatihan akan disesuaikan dengan tantangan yang dihadapi guru masa
kini. Program ini dirancang fleksibel agar tidak menambah beban administrasi.
Guru menyambut baik kebijakan ini
karena masalah kesehatan mental sering kali tidak mendapatkan perhatian serius.
Banyak guru mengaku mengalami kelelahan emosional akibat tekanan pekerjaan.
Mereka berharap program baru ini dapat memberikan ruang aman untuk menyampaikan
masalah tanpa rasa takut dinilai kurang kompeten. Guru juga percaya bahwa
kesehatan mental yang baik akan berdampak positif pada interaksi dengan siswa.
Program ini dinilai sebagai bentuk kepedulian pemerintah.
Organisasi profesi guru menilai
bahwa program kesehatan mental perlu diikuti dengan pengurangan beban
administratif. Mereka berpendapat bahwa pelatihan kesehatan mental saja tidak
cukup jika akar masalah tidak diatasi. Organisasi juga mengusulkan agar sekolah
memiliki tenaga konselor tetap untuk mendampingi guru. Pemerintah diminta
memastikan program ini tidak hanya simbolis. Dengan demikian, guru dapat
menjalankan tugas tanpa tekanan berlebihan.
Pengamat pendidikan memandang
kebijakan ini sebagai kemajuan penting dalam pengelolaan sumber daya manusia
pendidikan. Mereka menilai bahwa kesehatan mental guru sering diabaikan meski
memiliki pengaruh besar terhadap kualitas pembelajaran. Pengamat menyarankan
agar program ini melibatkan komunitas guru dan lembaga sosial. Kolaborasi ini
dinilai dapat memperluas jangkauan layanan. Pemerintah juga diminta memastikan
keberlanjutan program.
Kementerian menegaskan bahwa
implementasi program kesehatan mental akan dilakukan secara bertahap.
Pemerintah akan memberikan modul pelatihan dan materi pendukung kepada sekolah.
Kepala sekolah diminta mengawasi pelaksanaan program dan melaporkan perkembangannya
secara berkala. Pemerintah juga berencana mengadakan evaluasi tahunan. Hal ini
dilakukan untuk menilai efektivitas program.
Pemerintah berharap program ini
mampu meningkatkan kesejahteraan emosional guru di seluruh Indonesia. Dengan
mental yang sehat, guru dapat bekerja lebih produktif dan kreatif. Pemerintah
menargetkan seluruh sekolah mengintegrasikan layanan kesehatan mental dalam
beberapa tahun mendatang. Kebijakan ini diharapkan menciptakan lingkungan kerja
yang lebih manusiawi. Perubahan ini diyakini akan berdampak positif pada
kualitas pendidikan nasional.
Author : Arika Rahmania
Editor : Naela Zulianti Ashlah