Pemerintah Aceh Siapkan Kurikulum Khusus Kesadaran HIV/AIDS untuk SD
Pemerintah Aceh menyiapkan kurikulum khusus pendidikan kesadaran HIV/AIDS untuk sekolah dasar. Langkah ini diambil karena pentingnya edukasi kesehatan sejak usia dini. Kurikulum akan diuji coba di beberapa sekolah pilot project. Tim ahli kesehatan dilibatkan dalam proses penyusunan. Pemerintah menargetkan implementasi bertahap mulai tahun depan. Program ini dianggap sebagai inovasi penting di dunia pendidikan Aceh.
Kurikulum disusun dengan memperhatikan budaya lokal. Guru dilatih untuk menyampaikan materi secara santun dan kontekstual. Bahasa yang digunakan sangat sederhana. Anak-anak diajak memahami pentingnya hidup bersih. Materi juga memasukkan nilai empati dan anti-diskriminasi. Pendekatan ini diharapkan diterima masyarakat.
Sekolah yang terpilih akan mendapat pendampingan langsung dari tim ahli. Mereka membantu guru memahami cara menyampaikan materi. Guru juga mendapat contoh aktivitas pembelajaran sederhana. Pendampingan dilakukan selama tiga bulan. Evaluasi berkala dilakukan setiap minggu. Data digunakan untuk menyempurnakan kurikulum.
Orang tua di Aceh diajak berdialog mengenai program ini. Pemerintah menekankan bahwa materi tidak membahas hal sensitif. Fokusnya adalah pencegahan stigma dan penguatan karakter. Banyak orang tua mulai memahami tujuan program. Mereka menyatakan kesediaan mendukung pelaksanaan. Dialog terbuka dianggap penting untuk membangun kepercayaan.
Program ini juga bekerja sama dengan rumah sakit daerah. Tenaga medis memberikan penjelasan mengenai kesehatan umum. Mereka menghadirkan alat peraga sederhana untuk memperjelas konsep. Siswa diperbolehkan bertanya dengan bebas. Tenaga kesehatan memastikan semua penjelasan aman untuk usia anak. Kolaborasi lintas lembaga semakin kuat.
Pemerintah berharap program ini dapat menjadi contoh bagi provinsi lain. Hasil akhir uji coba akan dipublikasikan sebagai laporan resmi. Jika berhasil, kurikulum akan diperluas hingga seluruh Aceh. Program ini dinilai mampu memperkuat budaya saling menghargai.
Author: Arika Rahmania
Editor: Arika Rahmania
Sumber: AI