PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL BERBASIS LOKALITAS SEBAGAI PENDEKATAN HUMANIS
Pendekatan
humanis menempatkan siswa sebagai manusia utuh. Model pembelajaran kontekstual
berbasis lokalitas sejalan dengan pendekatan ini. Pembelajaran menghargai
pengalaman siswa. Lingkungan sekitar menjadi bagian dari proses belajar. Siswa
merasa dihargai dan dipahami. Pembelajaran tidak bersifat kaku. Hubungan
emosional terbentuk dalam kelas.
Pembelajaran
berbasis lokalitas memperhatikan latar belakang siswa. Pengalaman hidup
dijadikan sumber belajar. Guru mendengarkan pendapat siswa. Diskusi berlangsung
secara terbuka. Siswa merasa aman mengekspresikan diri. Pembelajaran menjadi
lebih personal. Nilai kemanusiaan dijunjung tinggi.
Guru
berperan sebagai pendamping belajar. Guru tidak hanya menyampaikan materi. Guru
memahami kebutuhan siswa. Pembelajaran disesuaikan dengan kondisi siswa. Empati
menjadi bagian dari proses belajar. Interaksi menjadi lebih bermakna. Suasana
kelas menjadi kondusif.
Lingkungan
lokal mencerminkan kehidupan nyata siswa. Pembelajaran tidak terlepas dari
realitas. Siswa belajar dari pengalaman sehari-hari. Hal ini memperkuat rasa
percaya diri. Pembelajaran menjadi lebih relevan. Nilai humanis berkembang
secara alami. Pendidikan menjadi lebih bermakna.
Pembelajaran
kontekstual berbasis lokalitas mendukung pendekatan humanis. Siswa dihargai
sebagai individu. Pendidikan tidak hanya mengejar akademik. Nilai kemanusiaan
ditanamkan. Sekolah menjadi tempat yang nyaman. Model ini sangat relevan
diterapkan. Pendidikan menjadi lebih manusiawi.
Author: Adinda
Budi Julianti
Edutor: Arika
Rahmania
Sumber: AI