Pembelajaran Humanis Perkuat Nilai Kesetiakawanan Sosial
Pembelajaran humanis menempatkan peserta didik sebagai subjek utama.
Pendekatan ini mendukung pengembangan karakter prososial. Nilai kesetiakawanan
sosial menjadi bagian penting pembelajaran. Peserta
didik dihargai sebagai individu yang unik. Proses belajar menjadi lebih
bermakna.
Pendekatan
humanis mendorong hubungan yang positif. Guru dan siswa berinteraksi secara empatik. Peserta didik merasa aman untuk
mengekspresikan diri. Kondisi ini mendukung tumbuhnya empati. Nilai prososial
berkembang secara alami.
Guru berperan sebagai fasilitator dalam pembelajaran humanis. Dengan sikap
terbuka, guru mendengarkan kebutuhan siswa. Proses dialog memperkuat pemahaman
nilai. Peserta didik belajar menghargai perasaan orang lain. Kesetiakawanan
sosial semakin tertanam.
Pembelajaran yang menghargai pengalaman siswa memperkuat karakter. Peserta
didik belajar dari refleksi diri dan kelompok. Pengalaman sosial menjadi sumber
belajar utama. Nilai prososial muncul melalui kesadaran. Hubungan sosial
menjadi lebih harmonis.
Lingkungan sekolah yang humanis mendukung pembelajaran karakter. Budaya saling menghormati menciptakan iklim positif.
Peserta didik merasa diterima dan dihargai. Kondisi ini memperkuat internalisasi nilai.
Kesetiakawanan sosial tumbuh konsisten.
Pembelajaran humanis berkontribusi pada pembentukan karakter sosial.
Peserta didik tumbuh menjadi individu berempati. Nilai kesetiakawanan sosial
menjadi bagian dari kepribadian. Pendidikan
membentuk manusia yang bermartabat.
Author: Arika Rahmania
Editor: Arika Rahmania
Sumber: AI