PEMANFAATAN POTENSI DESA DALAM PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL BERBASIS LOKALITAS
Desa
memiliki berbagai potensi yang dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran. Model
pembelajaran kontekstual berbasis lokalitas memanfaatkan potensi tersebut.
Lingkungan desa kaya akan sumber belajar. Siswa dapat belajar dari aktivitas
pertanian dan kerajinan. Kehidupan sosial masyarakat desa juga menjadi bahan
pembelajaran. Pembelajaran menjadi lebih nyata dan kontekstual. Siswa memahami
kehidupan masyarakat secara langsung.
Guru
dapat mengaitkan materi pelajaran dengan potensi desa. Pada pelajaran IPA,
siswa mempelajari tanaman lokal. Pada IPS, siswa belajar tentang mata
pencaharian masyarakat. Pelajaran matematika dapat dikaitkan dengan hasil
produksi desa. Bahasa dapat menggunakan cerita rakyat setempat. Pembelajaran
menjadi lebih terintegrasi. Siswa melihat hubungan antar mata pelajaran. Proses
belajar menjadi lebih bermakna.
Kegiatan
belajar dapat dilakukan di luar kelas. Siswa melakukan observasi dan wawancara.
Mereka berinteraksi langsung dengan masyarakat. Pengalaman ini memperkaya
pemahaman siswa. Pembelajaran tidak hanya bersifat teoritis. Nilai sosial juga
dapat ditanamkan. Siswa belajar menghargai kerja keras masyarakat.
Guru
perlu menjalin kerja sama dengan masyarakat desa. Masyarakat dapat menjadi
narasumber pembelajaran. Kolaborasi ini memperkuat peran sekolah. Sekolah
menjadi bagian dari masyarakat. Pembelajaran menjadi lebih relevan. Siswa
merasa pembelajaran dekat dengan kehidupan mereka. Hubungan sekolah dan
masyarakat menjadi lebih harmonis.
Pemanfaatan
potensi desa memberikan banyak manfaat. Siswa memahami lingkungan tempat
tinggalnya. Pembelajaran menjadi lebih kontekstual dan aplikatif. Sekolah
berperan dalam pengembangan desa. Nilai kearifan lokal tetap terjaga.
Pendidikan tidak terlepas dari kehidupan masyarakat. Model ini sangat cocok
diterapkan di wilayah pedesaan.
Author: Adinda
Budi Julianti
Edutor: Arika
Rahmania
Sumber: AI