PEMANFAATAN DONGENG INTERAKTIF UNTUK PENDIDIKAN ANTIKORUPSI DI SD
Sumber foto: Gemini AI
Dongeng interaktif merupakan pengembangan dari metode bercerita tradisional yang melibatkan partisipasi aktif anak dalam proses penceritaan. Berbeda dengan dongeng konvensional dimana anak hanya mendengarkan, dongeng interaktif mengajak anak untuk terlibat dalam alur cerita, membuat keputusan untuk tokoh, dan bahkan mengubah arah cerita berdasarkan pilihan mereka. Metode ini sangat efektif untuk pendidikan antikorupsi karena memberikan pengalaman langsung dalam menghadapi dilema moral dan melihat konsekuensi dari setiap keputusan.
Dongeng interaktif antikorupsi dapat dirancang dengan berbagai format. Format sederhana adalah guru bercerita dan di titik-titik tertentu berhenti untuk bertanya kepada siswa bagaimana seharusnya tokoh bertindak. Siswa berdiskusi dan memilih, kemudian cerita dilanjutkan sesuai pilihan mayoritas. Format yang lebih kompleks menggunakan teknologi seperti e-book interaktif atau aplikasi storytelling dimana siswa dapat memilih jalur cerita dengan klik atau touch. Format teater interaktif dimana siswa menjadi bagian dari pertunjukan dan menentukan aksi tokoh secara real-time.
Konten dongeng dirancang untuk menyajikan dilema moral yang relevan dengan kehidupan anak SD. Misalnya, tokoh utama menemukan dompet berisi uang dan harus memilih antara mengambilnya atau mengembalikan. Setiap pilihan memiliki konsekuensi yang berbeda yang ditunjukkan dalam alur cerita. Jika memilih jujur mengembalikan, tokoh mendapat pujian dan perasaan bangga. Jika memilih tidak jujur, tokoh menghadapi masalah dan penyesalan. Melalui exploration berbagai kemungkinan, siswa belajar bahwa perilaku antikorupsi membawa hasil positif jangka panjang.
Setelah sesi dongeng interaktif, penting dilakukan refleksi mendalam. Guru memfasilitasi diskusi tentang mengapa siswa memilih keputusan tertentu, apa yang mereka pelajari, dan bagaimana mereka akan bertindak jika menghadapi situasi serupa dalam kehidupan nyata. Aktivitas follow-up seperti menggambar tokoh favorit, menulis akhir alternatif, atau membuat dongeng interaktif sendiri memperdalam internalisasi nilai. Dengan dongeng interaktif, pendidikan antikorupsi menjadi pengalaman engaging yang mengembangkan critical thinking dan moral reasoning siswa SD.
Author & Editor: Nadia Anike Putri