PEDAGOGI KRITIS: PERAN GURU DALAM MENGANALISIS DAN MENAFSIRKAN KURIKULUM
Sumber: https://share.google/images/rL4qLoY3OkqGIVGBZ
Pedagogi kritis
merupakan pendekatan pendidikan yang mendorong siswa melihat pendidikan sebagai
proses pembebasan dan kesadaran kritis. Tujuannya adalah mengembangkan siswa
menjadi individu yang mampu memahami, mempertanyakan, dan mengubah struktur
sosial yang tidak adil. Pendekatan ini menekankan partisipasi aktif dan dialog
reflektif antara guru dan siswa.
Guru memiliki peran
penting dalam menstimulus siswa agar tidak hanya menerima materi secara pasif,
tetapi juga mempertanyakan isi dan konteks kurikulum. Guru dapat mengajak siswa
mengevaluasi narasi yang dominan, melihat alternatif perspektif, dan memahami
bagaimana pengetahuan dapat dipengaruhi oleh ideologi tertentu. Proses ini
membantu siswa berpikir kritis terhadap realitas sosial.
Untuk menerapkan
pedagogi kritis, guru perlu menciptakan ruang diskusi yang aman, inklusif, dan
saling menghargai. Guru dapat merancang forum dialog, debat terarah, atau
analisis teks sosial yang relevan. Ruang aman memungkinkan siswa
mengekspresikan pendapat tanpa takut disalahkan atau didiskriminasi.
Penerapan pedagogi
kritis tidak lepas dari tantangan etika. Guru harus menjaga keseimbangan antara
mendorong kesadaran kritis dan menghindari indoktrinasi. Selain itu, guru perlu
memastikan bahwa diskusi tidak menyinggung sensitivitas personal siswa dan tetap
dalam koridor profesionalisme.
Pedagogi kritis
membantu siswa memahami isu ketidakadilan sosial, lingkungan, dan politik
secara lebih mendalam. Melalui pendekatan ini, siswa menjadi lebih empatik,
peka terhadap ketidaksetaraan, serta memiliki keberanian untuk berkontribusi
dalam perubahan sosial. Kesadaran ini penting untuk membangun masyarakat yang
lebih adil.
Guru dapat
menyesuaikan kurikulum dengan memasukkan isu-isu kontemporer seperti
kemiskinan, diskriminasi, atau keberlanjutan lingkungan sebagai bahan
pembelajaran. Dengan menafsirkan kurikulum secara kritis, guru membantu siswa
memahami hubungan antara pengetahuan akademik dan realitas struktural.
Dengan menerapkan pedagogi kritis, guru berperan sebagai intelektual transformatif yang membantu siswa memahami dunia secara lebih mendalam. Peran ini menegaskan bahwa pendidikan bukan hanya proses mentransfer pengetahuan, tetapi juga membentuk generasi yang sadar dan siap mengubah realitas sosial.
Penulis: Firstlyta
Bulan Aulia Ahmad
Editor: Arika
Rahmania
Sumber: AI