OPTIMALISASI PROGRAM UKS DALAM LITERASI HIV/AIDS ANAK SEKOLAH DASAR
Sumber gambar: https://www.smkn2ternate.sch.id/assets/images/uploads/featured/0c1835b0d529faa99555f74e0776a9e4.jpg
Unit Kesehatan Sekolah (UKS) adalah
fasilitas penting dalam pendidikan kesehatan. UKS dapat menjadi pusat edukasi
mengenai kebersihan dan keselamatan. Anak dapat belajar langsung dari petugas
UKS. Program UKS dapat memasukkan materi tentang menjaga tubuh dari penyakit.
Dengan bimbingan yang tepat, UKS menjadi tempat belajar yang aman. Anak merasa
nyaman bertanya di UKS. Ini mendukung literasi kesehatan.
Petugas UKS dapat memberikan
penyuluhan berkala. Penyuluhan membantu anak memahami konsep kesehatan secara
bertahap. Materi disampaikan dengan bahasa sederhana. Anak dapat bertanya
tentang hal yang membuat mereka bingung. Penyuluhan membuat interaksi lebih
langsung. Anak merasa dihargai ketika mendapat jawaban. Kegiatan ini membentuk
pemahaman mendalam.
Program UKS juga bisa mengadakan
kegiatan kesehatan rutin. Misalnya pemeriksaan kebersihan kuku atau penyuluhan
cuci tangan. Anak belajar kebiasaan sehat melalui contoh nyata. Kegiatan ini
memperkuat kebiasaan sehari-hari. Anak memahami pentingnya kebersihan pribadi.
Program ini menumbuhkan kesadaran kesehatan. Kebiasaan baik terbawa hingga
dewasa.
UKS juga dapat menyediakan media
visual seperti poster kesehatan. Poster memberikan edukasi pasif bagi siswa.
Anak dapat membaca kapan saja. Media visual membantu memperkuat literasi. Guru
dapat menggunakan poster sebagai alat bantu belajar. Poster memperindah
lingkungan sekolah. Lingkungan sehat mendukung literasi kesehatan.
Kolaborasi sekolah dan orang tua
sangat penting dalam program UKS. Orang tua dapat mendukung kegiatan di rumah.
Anak mendapat pendidikan yang konsisten dari dua arah. Kerja sama ini
memperkuat pemahaman anak. Program UKS menjadi lebih efektif dengan dukungan
keluarga. Literasi kesehatan berkembang lebih cepat. Anak tumbuh lebih peduli
dan sehat.
Author:
Adinda Budi Julianti
Editor:
Nadia Anike Putri