Nilai Persahabatan: Mendukung Teman dengan HIV

Sumber:
https://share.google/uqg9obRONZ28KRRQC
Anak-anak memiliki kekuatan besar untuk menciptakan lingkungan sekolah yang
penuh kasih dan saling mendukung. Dengan memahami nilai persahabatan, mereka
dapat menjadi agen perubahan yang membantu mengurangi stigma terhadap teman
yang hidup dengan HIV.
Anak dapat diarahkan pada perilaku konkret seperti bermain bersama, mengajak
mengobrol, atau memberi semangat. Hal-hal kecil seperti tidak ikut menyebarkan
gosip dan memilih kata-kata yang baik sudah cukup untuk membuat teman merasa
diterima.
Guru dapat menggunakan cerita anak atau contoh sederhana untuk menjelaskan
bahwa anak dengan HIV sama seperti anak lainnya. Mereka bisa belajar,
berolahraga, bercanda, dan berprestasi tanpa membahayakan orang lain. Pemahaman
ini membantu anak melawan stereotip yang mungkin mereka dengar dari luar.
Anak perlu belajar bahwa status kesehatan seseorang adalah informasi pribadi.
Tidak boleh disebarkan kepada orang lain tanpa izin. Mengajarkan hal ini
memperkuat sikap hormat, menjaga privasi, dan melindungi teman dari
perundungan.
Persahabatan sejati tidak melihat status kesehatan. Sikap sederhana dari
seorang anak dapat membawa perubahan besar menuju sekolah yang lebih inklusif
dan hangat.