MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL BERBASIS LOKALITAS DALAM MENGEMBANGKAN SENSITIVITAS BUDAYA
Sensitivitas
budaya penting dalam masyarakat majemuk. Model pembelajaran kontekstual
berbasis lokalitas mendukung pengembangannya. Siswa belajar dari budaya
sekitar. Pembelajaran mengangkat nilai dan tradisi lokal. Siswa memahami
keberagaman. Proses belajar menumbuhkan sikap menghargai. Sensitivitas budaya
berkembang.
Lingkungan
lokal menyediakan beragam praktik budaya. Siswa mengamati dan mempelajari
budaya tersebut. Guru mengaitkan materi dengan budaya lokal. Diskusi membahas
nilai dan makna. Siswa belajar memahami perbedaan. Pembelajaran menjadi
kontekstual. Sikap toleran diperkuat.
Pembelajaran
berbasis lokalitas menghindari sikap etnosentris. Siswa belajar terbuka
terhadap budaya lain. Guru menanamkan nilai saling menghormati. Aktivitas
belajar melibatkan refleksi. Pembelajaran tidak bersifat menghakimi.
Sensitivitas budaya tumbuh alami. Pendidikan menjadi inklusif.
Guru
perlu memilih materi secara bijak. Budaya lokal diangkat secara proporsional.
Guru menghindari stereotip. Refleksi membantu pemahaman. Evaluasi menilai sikap
dan pengetahuan. Pembelajaran menjadi bermakna. Sensitivitas budaya diperkuat.
Dengan
pembelajaran kontekstual berbasis lokalitas, sensitivitas budaya siswa
meningkat. Siswa siap hidup dalam keberagaman. Pendidikan mendukung harmoni
sosial. Sekolah berperan menjaga toleransi. Model ini relevan diterapkan.
Pembelajaran menghargai perbedaan. Budaya lokal tetap lestari.
Author: Adinda
Budi Julianti
Edutor: Arika
Rahmania
Sumber: AI