MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL BERBASIS LOKALITAS DALAM MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN BERTANYA
Kemampuan
bertanya merupakan indikator berpikir kritis. Model pembelajaran kontekstual
berbasis lokalitas dapat mengembangkan kemampuan ini. Siswa dihadapkan pada
fenomena nyata. Fenomena tersebut memicu rasa ingin tahu. Pertanyaan muncul
secara alami. Pembelajaran menjadi lebih dialogis. Siswa aktif dalam proses
belajar.
Lingkungan
sekitar menyediakan banyak bahan pertanyaan. Siswa mengamati dan mencermati
kondisi. Guru mendorong siswa untuk bertanya. Tidak ada pertanyaan yang
dianggap salah. Diskusi kelas menjadi lebih hidup. Siswa belajar mengemukakan
pendapat. Kemampuan bertanya berkembang.
Guru
perlu menciptakan suasana yang mendukung. Siswa harus merasa aman bertanya.
Guru memberikan respon positif. Pertanyaan siswa dijadikan bahan diskusi.
Pembelajaran menjadi lebih interaktif. Guru tidak mendominasi pembelajaran.
Siswa menjadi pusat pembelajaran.
Kemampuan
bertanya membantu pemahaman konsep. Siswa belajar menggali informasi. Proses
ini melatih berpikir kritis. Pembelajaran menjadi lebih bermakna. Siswa tidak
hanya menerima informasi. Mereka aktif mencari pengetahuan. Proses belajar
menjadi dinamis.
Dengan
pembelajaran kontekstual berbasis lokalitas, kemampuan bertanya siswa
meningkat. Siswa menjadi pembelajar aktif. Pendidikan menjadi lebih dialogis.
Sekolah mendukung budaya berpikir kritis. Model ini relevan dengan pembelajaran
modern. Implementasinya perlu diperkuat. Bertanya menjadi kunci belajar.
Author: Adinda
Budi Julianti
Edutor: Arika
Rahmania
Sumber: AI