MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL BERBASIS LOKALITAS DALAM KURIKULUM MERDEKA
Kurikulum
Merdeka memberikan ruang bagi pembelajaran kontekstual. Model pembelajaran
kontekstual berbasis lokalitas sangat sejalan dengan kurikulum ini.
Pembelajaran menekankan pada pengalaman nyata siswa. Lokalitas menjadi sumber
belajar utama. Guru memiliki kebebasan dalam mengembangkan pembelajaran. Materi
dapat disesuaikan dengan konteks lingkungan. Pembelajaran menjadi lebih
fleksibel dan relevan.
Proyek
penguatan profil pelajar Pancasila dapat berbasis lokalitas. Siswa dapat
mengangkat tema lingkungan dan budaya setempat. Kegiatan proyek mendorong
kolaborasi dan kreativitas. Siswa belajar dari permasalahan nyata. Nilai
karakter ditanamkan melalui pengalaman. Pembelajaran tidak hanya berfokus pada
akademik. Kompetensi abad 21 dapat dikembangkan.
Guru
berperan penting dalam implementasi kurikulum. Guru perlu memahami prinsip
pembelajaran kontekstual. Perencanaan pembelajaran harus matang. Guru memilih
aktivitas yang bermakna. Penilaian dilakukan secara holistik. Proses dan hasil
belajar sama-sama diperhatikan. Pembelajaran menjadi lebih autentik.
Lingkungan
sekolah dan masyarakat mendukung pembelajaran. Sekolah menjadi pusat
pengembangan potensi lokal. Siswa merasa pembelajaran dekat dengan kehidupan
mereka. Kurikulum tidak terasa jauh dari realitas. Pembelajaran menjadi lebih
hidup dan bermakna. Siswa aktif dan berpartisipasi. Guru berinovasi dalam
pembelajaran.
Pembelajaran
kontekstual berbasis lokalitas memperkuat implementasi Kurikulum Merdeka.
Pendidikan menjadi lebih berpihak pada siswa. Lokalitas menjadi kekuatan
pembelajaran. Sekolah memiliki identitas yang kuat. Nilai karakter dan
kompetensi berkembang seimbang. Model ini mendukung tujuan pendidikan nasional.
Implementasinya perlu terus dikembangkan.
Author: Adinda
Budi Julianti
Edutor: Arika
Rahmania
Sumber: AI