MODEL PEMBELAJARAN ANTIKORUPSI TERINTEGRASI DALAM KURIKULUM SD
Sumber
foto: Gemini AI
Integrasi pendidikan antikorupsi dalam kurikulum SD menjadi langkah strategis dalam membangun karakter siswa. Model pembelajaran terintegrasi memungkinkan nilai-nilai antikorupsi diajarkan tidak hanya sebagai mata pelajaran terpisah, tetapi menyatu dalam seluruh proses pembelajaran. Pendekatan ini lebih efektif karena siswa dapat memahami dan mempraktikkan nilai antikorupsi secara kontekstual.
Dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia, siswa diajarkan membuat karangan tentang kejujuran. Pada pelajaran Matematika, konsep keadilan dan transparansi dikenalkan melalui perhitungan yang jujur. Sedangkan dalam PKn, nilai-nilai antikorupsi seperti tanggung jawab, disiplin, dan keberanian dibahas secara eksplisit melalui diskusi dan studi kasus yang disesuaikan dengan pemahaman anak SD.
Guru mengembangkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang memuat indikator pencapaian nilai antikorupsi. Metode yang digunakan bervariasi, mulai dari ceramah interaktif, diskusi kelompok, permainan edukatif, hingga proyek kelas yang melibatkan siswa secara aktif. Penilaian tidak hanya fokus pada aspek kognitif, tetapi juga afektif dan psikomotorik untuk memastikan nilai antikorupsi benar-benar terinternalisasi.
Keberhasilan model ini bergantung pada komitmen seluruh warga sekolah. Kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan harus menjadi teladan dalam menerapkan nilai-nilai antikorupsi. Dengan model terintegrasi yang konsisten, pendidikan antikorupsi dapat menjadi bagian alami dari proses pembelajaran dan pembentukan karakter siswa SD.
Author & Editor: Nadia Anike Putri