Mikroplastik sebagai Ancaman Tersembunyi Ekosistem
Mikroplastik merupakan partikel
plastik berukuran sangat kecil. Partikel ini berasal dari degradasi plastik
besar. Mikroplastik sulit dilihat dengan mata telanjang. Namun, dampaknya
sangat berbahaya. Ekosistem menjadi sasaran utama pencemaran ini.
Di perairan, mikroplastik mudah
tersebar luas. Organisme kecil seperti plankton menelannya. Mikroplastik masuk
ke rantai makanan. Akumulasi terjadi pada organisme tingkat tinggi. Dampaknya
bersifat jangka panjang.
Di darat, mikroplastik mencemari
tanah dan air. Partikel ini berasal dari limbah rumah tangga dan industri.
Mikroplastik dapat terbawa air hujan. Tanah pertanian menjadi tercemar. Tanaman
berpotensi menyerap partikel tersebut.
Mikroplastik mengandung zat kimia
berbahaya. Zat ini dapat bersifat toksik bagi organisme. Paparan jangka panjang
mengganggu sistem tubuh. Risiko kesehatan meningkat pada manusia. Penelitian
terus dilakukan untuk memahami dampaknya.
Ekosistem menjadi tidak seimbang
akibat mikroplastik. Fungsi alami lingkungan terganggu. Keanekaragaman hayati
menurun secara perlahan. Dampak ini sering tidak disadari. Padahal, kerusakan
terus berlangsung.
Pengendalian mikroplastik
membutuhkan upaya serius. Pengurangan plastik sekali pakai menjadi langkah
awal. Pengelolaan limbah harus ditingkatkan. Inovasi teknologi ramah lingkungan
diperlukan. Kesadaran global sangat dibutuhkan.
Masyarakat memiliki peran penting
dalam pencegahan. Kebiasaan hidup ramah lingkungan perlu diterapkan. Mengurangi
penggunaan plastik menjadi kunci utama. Setiap tindakan kecil memberikan dampak
besar. Ekosistem dapat terlindungi jika semua pihak peduli.
Author: Naela Zulianti Ashlah
Editor : Naela Zulianti Ashlah