Mewujudkan Generasi Berintegritas Melalui Keteladanan Guru
Peran guru dalam membentuk generasi berintegritas
kembali menjadi sorotan dalam berbagai diskusi pendidikan. Para pakar
menegaskan bahwa nilai kejujuran, tanggung jawab, dan antikorupsi tidak cukup
diajarkan sebagai teori; nilai tersebut harus dihidupkan melalui teladan nyata
dari guru di ruang kelas. Dalam sebuah forum pendidikan mengenai moralitas dan
integritas siswa, peserta menyampaikan bahwa siswa belajar lebih banyak dari
apa yang mereka lihat daripada apa yang mereka dengar. Guru yang bersikap adil,
tidak memanipulasi nilai, transparan dalam penilaian, dan konsisten dalam
aturan dinilai jauh lebih efektif dalam membangun karakter siswa dibandingkan
metode ceramah moral.
Pakar integritas akademik internasional, Dr. Sarah
Elaine Eaton dari University of Calgary, menegaskan bahwa “ethical behavior is caught, not just taught.” Ia menjelaskan bahwa
perilaku guru sehari-hari mulai dari cara mereka menyelesaikan konflik,
mengakui kesalahan, hingga bersikap jujur pada tugas administrative secara
langsung membentuk standar etika siswa. Menurutnya, siswa menjadikan guru
sebagai referensi moral dalam situasi sosial maupun akademik.
Hal serupa disampaikan oleh Dr. Phil Newton dari
Swansea University, peneliti yang fokus pada integritas dan pencegahan
kecurangan akademik. Newton menyatakan bahwa “students are more likely to act with integrity when they trust their
teachers and see fairness consistently applied.” Ia menekankan bahwa
kepercayaan siswa akan meningkat ketika guru bersikap transparan dan konsisten,
sehingga mendorong mereka untuk menolak berbagai bentuk kecurangan.
Pengalaman dari sejumlah sekolah menunjukkan hasil
yang serupa. Ketika guru menerapkan budaya integritas secara nyata misalnya
dengan menunjukkan cara mengutip yang benar, memberikan penilaian berdasarkan
proses, serta menolak segala bentuk manipulasi siswa menjadi lebih sadar
mengenai pentingnya kejujuran. Kasus mencontek dan plagiarisme pun menurun
secara signifikan.
Para pemerhati pendidikan menilai bahwa membangun
generasi berintegritas adalah proyek jangka panjang yang membutuhkan
keteladanan berkelanjutan dari seluruh pendidik. Dengan guru sebagai figur
moral utama, sekolah berpotensi menjadi ruang pembentukan karakter yang kuat,
melahirkan siswa yang tidak hanya cerdas, tetapi juga jujur, bertanggung jawab,
dan siap berkontribusi dalam masyarakat yang bersih dan bebas korupsi.
Author: Wasis Suprapto
Editor: Arika Rahmania
Sumber: AI