
Sumber: KalderaNews.com
"Saya tidak bisa" vs "Saya belum bisa". Kekuatan satu kata yang mengubah masa depan.
Carol Dweck memperkenalkan konsep Growth Mindset (pola pikir bertumbuh) yang sangat krusial bagi pendidikan dasar. Siswa dengan growth mindset percaya bahwa kecerdasan dan bakat dapat dikembangkan melalui usaha. Sebaliknya, fixed mindset membuat siswa merasa kemampuan mereka sudah takdir dan tidak bisa diubah.
Sebagai pendidik, bagaimana kita merancang pembelajaran yang memupuk pola pikir ini?
1. Ubah Cara Memuji
Hindari memuji kecerdasan ("Wah, kamu pintar sekali!"). Pujilah proses dan usahanya ("Wah, Ibu bangga kamu bekerja keras menyelesaikan soal sulit ini!"). Memuji kecerdasan membuat anak takut gagal karena takut terlihat tidak pintar lagi. Memuji usaha membuat mereka mencintai tantangan.
2. Normalisasi Kegagalan
Ciptakan ruang kelas yang aman untuk berbuat salah. Tunjukkan bahwa kesalahan adalah data, bukan aib.
Contoh: Saat siswa salah menjawab, katakan: "Jawaban itu belum tepat, tapi itu kesalahan yang menarik karena menunjukkan kamu sedang berpikir. Mari kita perbaiki bersama."
3. Kekuatan Kata "Belum" (The Power of Yet)
Jika siswa mengeluh "Saya tidak paham matematika," ajarkan mereka untuk menambahkan kata "belum" di belakangnya: "Saya belum paham matematika." Ini memberikan sinyal ke otak bahwa pemahaman itu akan datang seiring waktu dan latihan.
4. Berikan Tantangan Berjenjang
Rancang tugas yang sedikit di atas kemampuan mereka (zona proksimal), namun tetap bisa dicapai dengan bantuan. Keberhasilan menaklukkan tantangan kecil akan membangun kepercayaan diri untuk tantangan yang lebih besar.
Editor: Alvina Fiqhiyah Ardita