Merancang Modul Pendidikan HAM Adaptif untuk Siswa Sekolah Dasar
Modul Pendidikan HAM adaptif diperlukan untuk mengatasi
keterbatasan buku teks standar yang seringkali kaku dan kurang kontekstual.
Modul ini bertujuan menyediakan materi suplemen yang disesuaikan dengan
perkembangan psikososial dan kebutuhan lokal siswa SD, mengubah konsep HAM yang
abstrak menjadi pengalaman yang bermakna.
Prinsip desain modul adaptif ini adalah child-centered
(berpusat pada anak), berbasis aktivitas (mengutamakan learning by doing),
konkret, dan kontekstual. Prinsip HAM yang dipegang teguh adalah inklusi dan
non-diskriminasi, memastikan bahwa materi dapat digunakan oleh semua siswa
tanpa memandang latar belakang.
Struktur modul yang diusulkan terdiri dari enam bagian: (1)
Pengantar Konsep HAM Sederhana, (2) Cerita Inspiratif (dengan tokoh HAM), (3)
Aktivitas Role Play atau Simulasi Dilema, (4) Sesi Refleksi (mengaitkan HAM
dengan perasaan), (5) Asesmen Sederhana (berbasis observasi), dan (6) Tindak
Lanjut (aksi sederhana di rumah/sekolah).
Salah satu contoh unit modul adalah "Hak Memilih
Teman" yang mengajarkan non-diskriminasi. Alur kegiatan dimulai dengan
cerita tentang anak yang dikucilkan, diikuti role play di mana siswa harus
bertukar peran, dan diakhiri dengan pembuatan poster anti-diskriminasi untuk
kelas. Ini mengaitkan emosi dan tindakan praktis.
Uji coba awal modul menunjukkan respons positif dari guru
karena modul ini memberikan kebebasan pedagogis dan mengurangi tekanan untuk
menyelesaikan konten kognitif yang padat. Modul ini diusulkan untuk
diintegrasikan sebagai kegiatan ekstrakurikuler atau dimasukkan ke dalam sesi
kokurikuler tematik.
Sebagai kesimpulan, modul adaptif merupakan suplemen vital
dalam Pendidikan HAM. Disarankan agar pemerintah berkolaborasi dengan
organisasi non-pemerintah dan pakar HAM untuk mengembangkan berbagai set modul
yang dapat didistribusikan secara open-source, memastikan ketersediaan sumber
daya ajar yang kaya dan relevan.
Author:
Firstlyta Bulan Aulya Ahmad
Editor: Arika Rahmania
Sumber: AI