MENUMBUHKAN KEBIASAAN BERTANYA KETIKA MENDENGAR INFORMASI KESEHATAN
Sumber gambar: https://i.ytimg.com/vi/bPiUs329oIo/maxresdefault.jpg
Anak SD perlu dibiasakan untuk
bertanya setiap kali mendengar informasi kesehatan baru. Kebiasaan ini membantu
mereka tidak mudah percaya pada informasi yang salah. Guru harus mendukung
sikap ingin tahu siswa dengan memuji pertanyaan mereka. Suasana kelas yang
terbuka membuat anak nyaman bertanya. Anak belajar bahwa tidak apa-apa bertanya
jika tidak mengerti. Hal ini penting terutama terkait topik seperti HIV/AIDS.
Dengan bertanya, mereka mendapatkan informasi yang lebih benar.
Guru dapat memulai dengan memberikan
contoh pertanyaan yang baik. Misalnya, menanyakan alasan di balik suatu
informasi. Dengan begitu, anak belajar pola bertanya yang benar. Guru juga
dapat memberikan kesempatan khusus untuk sesi pertanyaan. Hal ini membuat anak
lebih percaya diri. Mereka merasa suaranya penting. Aktivitas seperti ini
memperkuat literasi kesehatan.
Diskusi kelompok kecil dapat menjadi
sarana latihan bertanya. Anak dapat bergiliran memberikan pertanyaan dan
menjawab pertanyaan teman. Kegiatan ini membantu mereka memahami proses
komunikasi dua arah. Guru dapat memberikan panduan jika terjadi kebingungan.
Diskusi seperti ini meningkatkan rasa percaya diri anak. Aktivitas kolaboratif
membuat mereka lebih aktif. Sikap ingin tahu berkembang dengan baik.
Orang tua juga harus mendukung
kebiasaan bertanya di rumah. Mereka dapat menanyakan pendapat anak tentang
informasi yang didengar dari sekolah. Dengan begitu, anak belajar memproses
informasi. Orang tua harus menjawab pertanyaan anak dengan sabar. Sikap ini
membuat anak merasa dihargai. Kebiasaan bertanya pun terus berkembang. Rumah
menjadi lingkungan belajar tambahan.
Kebiasaan bertanya membuat anak lebih kritis dalam menerima informasi. Mereka tidak mudah terpengaruh mitos atau berita palsu. Anak lebih cerdas dalam memahami topik kesehatan. Sikap ini mendukung perkembangan intelektual mereka di masa depan. Dengan bertanya, anak dapat menghindari kesalahpahaman tentang HIV/AIDS. Pendidikan menjadi lebih berkualitas. Anak pun menjadi generasi yang lebih bijak.
Author:
Adinda Budi Julianti
Editor:
Nadia Anike Putri