MENTORING DAN COACHING: TRANSFER PENGETAHUAN DARI GURU SENIOR KE GURU MUDA
Sumber: https://share.google/images/80QOjCIcw4RaA5cUS
Mentoring dan coaching merupakan dua pendekatan penting
dalam pengembangan profesional guru. Mentoring bersifat jangka panjang, fokus
pada pengembangan karakter, pola pikir, dan perjalanan karier guru secara
menyeluruh. Sementara itu, coaching lebih spesifik pada keterampilan tertentu
yang ingin ditingkatkan, seperti penggunaan media, teknik mengajar, atau
pengelolaan kelas. Kedua pendekatan ini saling melengkapi karena mentoring
membentuk fondasi profesional, sementara coaching memperkuat kemampuan praktis.
Di sekolah, keberadaan mentoring dan coaching membantu menciptakan lingkungan
belajar yang kolaboratif antar-guru. Dengan demikian, dua mekanisme ini menjadi
bagian penting dalam meningkatkan kualitas pengajaran.
Guru senior memegang peran penting sebagai mentor yang
menyebarkan praktik terbaik dan budaya inovasi. Dengan pengalaman
bertahun-tahun, mereka dapat memberikan wawasan praktis sekaligus membantu guru
muda menghadapi tantangan awal dalam profesi. Guru senior juga menjadi teladan
dalam etos kerja, manajemen kelas, dan pengembangan pembelajaran kreatif. Peran
mereka sangat krusial dalam menjaga keberlanjutan budaya positif di sekolah.
Melalui hubungan mentoring, transfer pengetahuan antar generasi guru dapat berlangsung
optimal dan berkelanjutan. Dengan demikian, guru senior memainkan peran
strategis sebagai agen regenerasi.
Coaching sangat membantu guru muda terutama dalam
implementasi kurikulum baru yang sering membutuhkan pendekatan berbeda. Melalui
coaching, guru muda mendapatkan umpan balik langsung, praktik terbimbing, dan
analisis reflektif terhadap pengajaran mereka. Proses ini mempercepat
penyesuaian guru terhadap tuntutan kurikulum yang dinamis. Selain itu, coaching
membantu mengurangi rasa cemas dan kebingungan guru baru ketika menghadapi
kondisi kelas yang kompleks. Dengan demikian, coaching terbukti efektif dalam membangun
kompetensi pedagogis guru secara cepat dan terarah.
Merancang program peer-mentoring yang efektif memerlukan
struktur yang jelas, mulai dari tujuan, alur kegiatan, hingga mekanisme
evaluasi. Program yang baik melibatkan pertemuan rutin, sesi observasi kelas,
dan diskusi reflektif antar-guru. Selain itu, kesesuaian pasangan mentor dan
mentee juga perlu dipertimbangkan berdasarkan kebutuhan dan keahlian
masing-masing. Program yang terstruktur memberi rasa aman dan arah yang jelas
bagi guru muda untuk berkembang. Dengan demikian, peer-mentoring menjadi platform
kolaboratif yang sangat bermanfaat di sekolah.
Meskipun bermanfaat, mentoring dan coaching sering
terkendala oleh keterbatasan waktu dan beban kerja guru senior. Peran tambahan
sebagai mentor membutuhkan komitmen ekstra yang tidak selalu mudah dipenuhi di
tengah tuntutan administratif dan mengajar. Selain itu, beberapa guru senior
mungkin ragu mengambil peran ini karena kurangnya pelatihan formal tentang
mentoring. Oleh karena itu, sekolah perlu memberikan dukungan seperti
pengurangan jam mengajar atau insentif tertentu untuk memastikan program berjalan
optimal. Dengan demikian, tantangan ini dapat diatasi melalui kebijakan yang
mendukung.
Program mentoring dan coaching terbukti mampu mengurangi
tingkat turnover guru baru dan meningkatkan moral mereka. Ketika guru muda
merasa didukung, mereka lebih percaya diri dan tidak mudah menyerah menghadapi
tekanan pekerjaan. Lingkungan yang suportif juga membantu menciptakan hubungan
kerja yang harmonis antar-guru. Selain itu, guru muda lebih cepat beradaptasi
sehingga kualitas pembelajaran meningkat sejak awal karier mereka. Dengan
demikian, program ini memiliki dampak positif jangka panjang bagi sekolah.
Kesimpulannya, mentoring dan coaching merupakan mekanisme
efektif untuk memastikan regenerasi guru sebagai agen perubahan. Program yang
baik menciptakan transfer pengetahuan antar generasi sekaligus membangun budaya
inovasi yang kuat. Guru muda yang didukung akan tumbuh menjadi guru profesional
yang percaya diri dan adaptif. Oleh karena itu, mentoring bukan sekadar
tambahan, tetapi bagian vital dari strategi pengembangan guru di sekolah.
Penulis: Firstlyta Bulan Aulia Ahmad
Editor: Arika Rahmania
Sumber: AI