Menjaga Etika Akademik melalui Keteladanan Rasulullah
Etika akademik menjadi pilar penting dalam menjaga integritas dunia pendidikan, khususnya di tengah meningkatnya tantangan seperti plagiarisme, kecurangan akademik, dan penyalahgunaan teknologi digital. Berbagai kajian menunjukkan bahwa pelanggaran etika akademik dapat menurunkan kualitas pembelajaran dan merusak kepercayaan publik terhadap institusi pendidikan (Macfarlane, Zhang, & Pun, 2014; Bretag et al., 2019).
Dalam perspektif nilai keislaman, keteladanan Rasulullah SAW menawarkan fondasi moral yang kuat untuk menjaga etika akademik. Rasulullah dikenal sebagai sosok yang menjunjung tinggi kejujuran (ṣidq), amanah, tanggung jawab, dan kecerdasan (faṭānah), sebagaimana tercermin dalam hadis-hadis sahih (Al-Bukhari; Muslim). Nilai-nilai tersebut sejalan dengan prinsip etika akademik modern yang menekankan kejujuran ilmiah, objektivitas, dan tanggung jawab intelektual.
Sejumlah penelitian di bidang pendidikan menegaskan bahwa internalisasi nilai karakter melalui keteladanan memiliki pengaruh signifikan terhadap pembentukan perilaku etis peserta didik (Lickona, 2018). Dalam konteks pendidikan tinggi, penguatan etika akademik tidak cukup hanya melalui regulasi dan sanksi, tetapi juga melalui peran dosen dan pimpinan akademik sebagai teladan integritas (Bretag et al., 2019).
Penerapan nilai keteladanan Rasulullah dalam praktik akademik dapat diwujudkan melalui pembiasaan sikap jujur dalam mengerjakan tugas dan ujian, penghargaan terhadap karya ilmiah orang lain, serta penolakan terhadap segala bentuk manipulasi data penelitian. Pendekatan berbasis nilai ini sejalan dengan upaya global dalam membangun pendidikan berkualitas dan berkarakter, sebagaimana ditekankan dalam agenda pembangunan berkelanjutan (OECD, 2021).
Dengan demikian, menjaga etika akademik melalui keteladanan Rasulullah tidak hanya relevan dalam konteks pendidikan Islam, tetapi juga berkontribusi pada pembentukan budaya akademik yang berintegritas, humanis, dan berkelanjutan di era pendidikan sosial kontemporer.
Referensi
Al-Bukhari, M. I. (2002). Ṣaḥīḥ al-Bukhārī. Beirut: Dār Ibn Kathīr.
Muslim, I. H. (2003). Ṣaḥīḥ Muslim. Riyadh: Dār Ṭayyibah.
Macfarlane, B., Zhang, J., & Pun, A. (2014). Academic integrity: A review of the literature. Studies in Higher Education, 39(2), 339–358.
Bretag, T., et al. (2019). Contract cheating and assessment design: Exploring the connection. Assessment & Evaluation in Higher Education, 44(5), 676–691.
Lickona, T. (2018). Educating for Character: How Our Schools Can Teach Respect and Responsibility. New York: Bantam Books.
OECD. (2021). Beyond Academic Learning: First Results from the Survey of Social and Emotional Skills. Paris: OECD Publishing.
Penulis : Wasis Suprapto
Editor : Naela Zulianti Ashlah