Mengukur Keberhasilan Inklusi: Analisis Indikator Kinerja Pendidikan SNBK di SD
Sumber: https://share.google/WpC5U7ElTQmjK03mF
Analisis kebijakan
menyoroti perlunya indikator kinerja yang lebih komprehensif dan holistik untuk
mengukur keberhasilan pendidikan inklusif di SD. Pengukuran keberhasilan tidak
boleh hanya berfokus pada nilai akademik, mengingat keragaman kebutuhan siswa
berkebutuhan khusus (SNBK). Indikator saat ini dinilai terlalu sempit dan tidak
mencerminkan tujuan sejati dari inklusi, yaitu partisipasi penuh dan
perkembangan potensi individu.
Rekomendasi utama
analisis adalah mengadopsi indikator yang mencakup capaian fungsional, sosial,
dan kemandirian siswa. Capaian fungsional mengukur kemajuan dalam keterampilan
hidup sehari-hari, seperti berpakaian atau makan mandiri. Indikator sosial menilai
kemampuan berinteraksi dan beradaptasi siswa di lingkungan sekolah dan
masyarakat. Perkembangan non-akademik ini seringkali jauh lebih penting bagi
masa depan SNBK dibandingkan nilai ujian standar.
Metode penilaian
yang digunakan juga harus disesuaikan, beralih dari tes tertulis standar
menjadi penilaian berbasis portofolio, observasi, dan asesmen kinerja.
Penilaian harus dilakukan secara individual, mengacu pada tujuan yang tercantum
dalam Program Pembelajaran Individual (PPI) siswa. Guru dan GPK perlu dilatih
untuk menggunakan berbagai instrumen asesmen yang valid dan reliabel untuk
SNBK. Pelaporan kemajuan harus bersifat deskriptif, bukan hanya kuantitatif.
Analisis menemukan
bahwa tingkat partisipasi siswa di kelas reguler adalah indikator keberhasilan
yang sering terabaikan. Keberhasilan inklusi dapat diukur dari seberapa aktif
siswa SNBK terlibat dalam kegiatan belajar, bermain, dan sosial bersama teman-teman
reguler. Sekolah perlu didorong untuk menciptakan lingkungan yang mendorong
engagement maksimal dari seluruh siswa. Pencatatan kehadiran dan partisipasi
dalam kegiatan ekstrakurikuler harus menjadi bagian dari laporan kinerja.
Pemerintah
didorong untuk merevisi Standar Nasional Pendidikan (SNP) untuk memasukkan
indikator kinerja pendidikan inklusif yang baru. Indikator ini harus diterapkan
di seluruh SD inklusif sebagai bagian dari akreditasi sekolah. Dengan
pengukuran yang tepat, kebijakan inklusi dapat dievaluasi secara akurat, dan
intervensi yang diperlukan dapat dilakukan dengan lebih tepat sasaran.
Author : Alifatul Hidayah
Editor
: Naela Zulianti Ashlah