MENGEMBANGKAN KEBERANIAN ANAK SD UNTUK BERTANYA TENTANG HIV/AIDS
Sumber gambar: https://tse3.mm.bing.net/th/id/OIP.y7KfUKg1NJ_OxF9Ljq6ErQHaEK?pid=Api&P=0&h=180
Keberanian bertanya merupakan
keterampilan penting dalam proses literasi kesehatan, termasuk mengenai
HIV/AIDS. Anak SD sering merasa takut untuk bertanya karena khawatir dianggap
salah atau malu. Guru perlu membangun suasana kelas yang mendukung agar anak
percaya diri bertanya. Dengan memberikan pujian untuk setiap pertanyaan, guru membantu
meningkatkan rasa percaya diri anak. Situasi ini membuat anak lebih aktif dalam
pembelajaran. Anak yang berani bertanya biasanya memiliki pemahaman lebih baik.
Oleh karena itu, keberanian ini perlu dilatih.
Guru dapat menggunakan teknik
tanya-jawab untuk membiasakan anak bertanya. Anak diajak mengajukan pendapat
atau pertanyaan kecil terkait materi. Dengan cara ini, mereka merasa bahwa
pertanyaan merupakan bagian normal dari pembelajaran. Guru juga harus
memberikan jawaban yang jujur namun tetap sesuai usia. Ketika anak merasa
dihargai, mereka akan lebih sering bertanya. Hal ini membuat pembelajaran lebih
interaktif. Teknik ini sangat efektif dalam meningkatkan pemahaman.
Pembiasaan bertanya juga dapat
dilakukan melalui penggunaan kartu pertanyaan. Anak-anak dapat menulis
pertanyaan mereka secara anonim jika merasa malu. Guru kemudian membacakan
pertanyaan tersebut dan menjawabnya dalam suasana kelas. Cara ini membantu anak
yang pemalu tetap terlibat aktif. Anak belajar bahwa pertanyaan adalah alat untuk
memahami sesuatu dengan lebih baik. Suasana kelas menjadi lebih dinamis karena
semua anak dapat berpartisipasi. Metode ini sangat membantu.
Orang tua juga berperan penting
dalam menumbuhkan keberanian bertanya pada anak. Mereka dapat mengajak anak berdiskusi
ringan tentang kesehatan di rumah. Orang tua harus memberikan respon positif
ketika anak bertanya. Ini membuat anak merasa dihargai dan tidak takut salah.
Dengan dukungan keluarga, anak menjadi lebih terbuka dalam berdiskusi.
Pengetahuan anak juga berkembang lebih cepat. Lingkungan rumah yang suportif
sangat membantu.
Dengan keberanian bertanya,
anak-anak lebih siap menghadapi tantangan pendidikan dan kesehatan. Mereka
tidak mudah percaya pada informasi yang salah karena terbiasa mencari
klarifikasi. Pemahaman mereka tentang HIV/AIDS menjadi lebih benar dan
rasional. Lingkungan sekolah juga menjadi lebih positif karena anak merasa aman
bertanya. Keterampilan ini berguna hingga dewasa. Dengan demikian, keberanian
bertanya adalah bagian penting dari literasi kesehatan anak. Keterampilan ini
harus terus dikembangkan.
Author:
Adinda Budi Julianti
Editor:
Nadia Anike Putri