Mengembangkan Karakter Siswa Melalui Pembelajaran Digital
Mengembangkan Karakter Siswa Melalui Pembelajaran Digital
Sumber: Canva Image
Meskipun teknologi kini menjadi bagian utama kehidupan siswa, pembentukan karakter tetap tidak bisa ditinggalkan. Tantangannya adalah bagaimana guru membangun karakter di ruang belajar yang semakin digital, di mana interaksi tidak selalu berlangsung tatap muka dan penggunaan gawai menjadi bagian tak terpisahkan dari kegiatan belajar.
Penggunaan teknologi sering memunculkan tantangan kedisiplinan baru. Misalnya, siswa mengerjakan tugas menggunakan bantuan AI tanpa memahami konsepnya, atau asyik membuka aplikasi lain saat pembelajaran berlangsung. Ini menunjukkan bahwa pembelajaran digital membutuhkan pendekatan karakter yang berbeda dari cara konvensional.
UNESCO dan UNICEF mendorong penerapan digital citizenship, yaitu pendidikan yang mengajarkan siswa untuk menjadi pengguna teknologi yang bertanggung jawab, etis, dan bijak. Guru perlu mengajarkan etika berkomunikasi di ruang digital, kejujuran dalam menyelesaikan tugas, serta kesadaran terhadap jejak digital yang mereka tinggalkan.
Pendekatan berbasis proyek juga menjadi cara efektif menanamkan karakter seperti empati, kerja sama, dan kemampuan memecahkan masalah. Ketika siswa bekerja dalam kelompok untuk membuat proyek digital, mereka belajar banyak hal: dari bagaimana mendengarkan pendapat teman, membagi tugas, hingga bertanggung jawab atas hasilnya.
Mengembangkan karakter di era digital bukan berarti membatasi teknologi, tetapi membimbing siswa agar dapat menggunakan teknologi untuk hal-hal positif. Di tangan guru, teknologi dapat menjadi sarana untuk memperkuat nilai-nilai moral dan sosial yang justru sering terlupakan di tengah kesibukan digital.
Pembelajaran karakter yang relevan dengan kebiasaan digital siswa akan membuat mereka tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga bijaksana dan bertanggung jawab dalam bermedia.
Penulis: Danella
Editor: Firstlyta Bulan