Mengelola Data Siswa di Era Big Data: Peran Baru Guru dalam Analisis Pembelajaran
Sumber: Canva Image
Di era digital, guru tidak hanya berhadapan dengan tugas mengajar, tetapi juga dengan data. Platform pembelajaran kini menyediakan berbagai laporan tentang keaktifan siswa, tingkat penguasaan materi, hingga pola belajar individu. Data ini sangat berharga, tetapi juga menuntut guru memiliki kemampuan analisis yang memadai.
Bagi banyak guru, memahami data bukan hal yang mudah. Mereka harus belajar membaca grafik, mengidentifikasi tren, dan mengambil keputusan berdasarkan data. Padahal sebelumnya, evaluasi lebih bersifat manual dan cenderung subjektif. Big data membuat evaluasi pembelajaran lebih objektif, tetapi juga menambah beban kognitif guru.
Unesco Education Report (2023) menyatakan bahwa literasi data menjadi salah satu kompetensi baru yang harus dimiliki guru untuk mendukung pembelajaran abad 21. Dengan kemampuan ini, guru dapat memberikan intervensi yang lebih tepat, seperti memberikan dukungan tambahan kepada siswa yang mengalami kesulitan.
Namun penggunaan data siswa juga membutuhkan perhatian terhadap privasi. Guru perlu memahami batasan etis terkait penyimpanan dan penggunaan data agar tidak terjadi pelanggaran. Kesadaran ini penting untuk menjaga kepercayaan siswa dan orang tua.
Dengan literasi data yang baik, guru dapat melihat potensi setiap siswa dengan lebih akurat. Big data bukan ancaman, tetapi alat yang dapat membantu guru memberikan pembelajaran yang lebih personal dan bermakna.
Penulis: Danella
Editor: Firstlyta Bulan