Mengatasi Food Waste: Mengurangi Limbah Makanan di Rumah
Food waste atau limbah makanan adalah masalah global yang serius. Sepertiga dari semua makanan yang diproduksi di dunia terbuang sia-sia. Di tingkat rumah tangga, rata-rata keluarga membuang 30-40% makanan yang dibeli. Ini tidak hanya pemborosan uang, tetapi juga sumber daya dan energi. Limbah makanan di TPA menghasilkan gas metana yang merusak lingkungan. Mengurangi food waste adalah kontribusi nyata untuk keberlanjutan dan menghemat budget.
Perencanaan menu mingguan adalah strategi paling efektif mengurangi food waste. Buat daftar meal untuk seminggu sebelum berbelanja. Cek kulkas dan pantry untuk melihat apa yang sudah ada. Beli hanya bahan yang benar-benar dibutuhkan sesuai rencana menu. Hindari belanja saat lapar yang cenderung membuat pembelian impulsif. Dengan perencanaan yang baik, hampir tidak ada makanan yang terbuang.
Penyimpanan makanan yang tepat memperpanjang kesegaran dan mengurangi pembusukan. Pahami suhu optimal untuk setiap jenis makanan. Sayuran hijau bertahan lebih lama jika dibungkus paper towel dalam container. Herbs dapat disimpan seperti bunga dalam jar berisi air. Beri label dan tanggal pada makanan sisa agar tidak terlupakan di kulkas. Gunakan container transparan agar mudah melihat isinya. Teknik penyimpanan yang benar dapat menggandakan umur simpan makanan.
Kreativitas dalam menggunakan sisa makanan mencegah pemborosan. Sayuran yang mulai layu sempurna untuk sup atau smoothie. Buah yang terlalu matang bisa dijadikan smoothie atau dipanggang. Nasi sisa bisa diolah menjadi nasi goreng atau rice pudding. Roti keras bisa dijadikan crouton atau bread pudding. Lihat sisa makanan sebagai ingredient, bukan waste. Pinterest dan blog kuliner penuh dengan resep untuk menggunakan leftovers.
Komposting adalah solusi akhir untuk sisa makanan yang tidak terhindarkan. Kulit buah, sayuran, dan ampas kopi dapat dikompos. Kompos mengubah limbah organik menjadi pupuk berkualitas untuk tanaman. Ini menutup siklus nutrisi dan mengurangi limbah ke TPA. Bahkan apartemen kecil bisa memiliki komposter indoor yang tidak berbau. Mengompos adalah langkah kecil dengan dampak besar untuk lingkungan.
Author & Editor: Nadia Anike Putri