MENGAPA PENGHARGAAN UNTUK GURU TIDAK CUKUP SATU HARI?
Sumber gambar: https://share.google/SkxnozkcWxF1BAidG
Banyak negara memperingati Hari Guru hanya satu kali setiap tahun. Namun, realitas yang terjadi dalam dunia pendidikan menunjukkan bahwa penghargaan terhadap guru seharusnya berlangsung setiap hari, bukan hanya seremonial tahunan. Guru adalah sosok yang hadir dalam perjalanan panjang pembentukan karakter, bukan sekadar pemberi informasi akademik. Mereka memastikan nilai-nilai kehidupan tertanam dalam diri peserta didik. Tanpa guru, ilmu tidak akan memiliki arah dan moralitas.
Jika kita melihat sejarah profesi guru, mereka selalu ditempatkan sebagai pilar peradaban sejak zaman kuno. Dari sistem pendidikan kuno di India, Romawi, Persia hingga budaya Timur, guru selalu dianggap sebagai tokoh penting. Mereka membantu masyarakat berpindah dari ketidaktahuan menuju kecerdasan dan kebijaksanaan. Karena itu, penghargaan yang diberikan kepada guru tidak hanya melalui upacara formal. Tetapi juga melalui sikap, kebijakan, dan dukungan jangka panjang.
Selain itu, beban guru modern jauh lebih kompleks dibanding era lampau. Teknologi, kurikulum berubah, tuntutan administratif, serta tuntutan pembelajaran berbasis karakter membuat peran mereka semakin berat. Mereka bukan hanya mendidik, tetapi juga membimbing, memotivasi, dan bahkan mengisi kekosongan peran keluarga ketika diperlukan. Banyak guru bekerja melebihi jam formal mereka demi memastikan setiap murid memahami pelajaran dengan baik.
Hari Guru hanya menjadi titik pengingat agar masyarakat kembali menyadari betapa pentingnya peran guru dalam kehidupan. Namun, penghargaan sejati bukan hanya berupa selebrasi, tetapi dalam bentuk dukungan yang nyata. Penghargaan itu dapat berupa fasilitas pendidikan yang layak, sistem kesejahteraan yang adil, serta penghormatan sosial yang sepadan dengan pengorbanan mereka.
Masyarakat perlu memahami bahwa profesi guru bukan pekerjaan biasa. Mereka bekerja dengan manusia yang sedang dalam proses berkembang, sehingga kesalahan dalam mendidik dapat berdampak besar pada masa depan bangsa. Karena itu, penghormatan pada guru bukan sekadar budaya formal, tetapi bagian dari komitmen bersama membangun masa depan yang lebih baik.
Jika penghargaan terhadap guru hanya diberikan satu hari, maka maknanya akan terasa sangat dangkal. Tetapi jika penghargaan itu diwujudkan dalam sikap dan kebijakan sepanjang tahun, maka profesi guru akan selalu dihargai, dihormati, dan dijaga martabatnya. Barulah Hari Guru memiliki makna yang benar-benar mendalam.
Author: Adinda Budi Julianti
Editor: Arika Rahmania
Sumber: AI