Mengapa Guru Adalah Role Model Terbaik untuk Pencegahan Korupsi?
Upaya
pencegahan korupsi tidak hanya menjadi tanggung jawab lembaga hukum, tetapi
juga dunia pendidikan. Sekolah dipandang sebagai titik awal pembentukan
karakter, sedangkan guru sebagai figur sentral memiliki peran strategis dalam
menanamkan integritas sejak dini. Karena itu, banyak pakar menilai bahwa guru
adalah role model terbaik dalam upaya pencegahan korupsi. Keteladanan dan sikap
profesional guru menjadi dasar kuat yang membentuk perilaku moral generasi
muda.
Dalam
keseharian, guru tidak hanya mengajar, tetapi juga menjadi contoh nyata nilai
kejujuran, tanggung jawab, dan disiplin bagi peserta didik. Cara seorang guru
memberi penilaian yang adil, mengatur tugas secara transparan, menolak
gratifikasi, serta mengakui kesalahan secara terbuka menjadi pembelajaran moral
yang sangat kuat bagi siswa. Siswa secara alami meniru perilaku guru, sehingga
integritas guru menjadi cerminan langsung integritas peserta didiknya.
Ahli
pendidikan karakter dari Boston College, Prof. Andy Hargreaves (2021),
menegaskan bahwa guru memiliki pengaruh moral yang lebih besar dibandingkan
profesi lain dalam kehidupan anak. “Teachers
shape not only students’ minds but also their ethical compass. Their integrity
becomes the students’ reference point,” ujarnya. Ia menekankan bahwa
pencegahan korupsi harus dimulai dari teladan nyata yang ditampilkan guru dalam
rutinitas sekolah.
Hal
senada disampaikan oleh pakar etika sosial dari University of Toronto, Dr.
Stephen Ball (2020), yang menekankan bahwa sekolah adalah tempat paling efektif
untuk membangun budaya transparansi. “Anti-corruption
values grow naturally in schools where teachers model fairness, openness, and
accountability,” katanya. Ia menambahkan bahwa anak-anak belajar lebih
cepat dari contoh yang mereka lihat daripada teori yang mereka dengar.
Banyak
sekolah kini mengembangkan program pendidikan antikorupsi yang melibatkan peran
aktif guru, seperti kelas kejujuran, pembelajaran berbasis proyek yang
mengajarkan akuntabilitas, serta diskusi nilai tentang dampak sosial korupsi.
Guru juga dilatih untuk membangun kultur kelas yang menolak perilaku curang,
baik dalam ujian maupun dalam aktivitas kelompok. Langkah-langkah ini terbukti
meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya integritas dalam kehidupan
sehari-hari.
Dengan
berbagai peran strategis yang dimiliki guru, tidak berlebihan jika mereka
disebut sebagai role model terbaik dalam mencegah korupsi sejak dini. Melalui
sikap teladan, ketegasan moral, dan profesionalisme, guru membantu membangun
generasi yang jujur, disiplin, dan berani menolak praktik-praktik tidak etis.
Integritas yang ditanamkan dari sekolah inilah yang menjadi pondasi penting
bagi terciptanya masyarakat yang bersih dan
berkeadilan.
Author: Wasis Suprapto
Editor: Arika Rahmania
Sumber: AI