Mengajar dengan Transparansi: Praktik Antikorupsi ala Guru Modern
Transparansi kini menjadi
nilai penting dalam pendidikan karakter, terutama dalam membentuk siswa yang
berintegritas dan anti-korupsi. Guru modern tidak hanya mengajarkan materi
akademik, tetapi juga mencontohkan perilaku terbuka, adil, dan akuntabel, sehingga
siswa dapat meniru praktik antikorupsi dalam kehidupan sehari-hari.
Prof. Elena Rossi, pakar
pendidikan karakter dari University of Bologna, Italia, pada 2025, menekankan
bahwa transparansi guru sangat memengaruhi budaya kelas. “Siswa belajar dari
contoh yang mereka saksikan. Guru yang terbuka dalam penilaian, pengelolaan
kegiatan, dan komunikasi menciptakan lingkungan yang menghargai kejujuran dan
tanggung jawab,” ujarnya.
Dr. Tobias Schmidt, ahli
etika pendidikan dari University of Vienna, Austria, menambahkan bahwa praktik
transparansi guru juga membantu siswa memahami konsekuensi dari perilaku tidak
etis. “Ketika guru konsisten menunjukkan integritas dan adil dalam setiap
keputusan, siswa belajar menilai tindakan mereka sendiri dan menginternalisasi
nilai antikorupsi,” katanya.
Dalam praktiknya, guru
modern menggunakan berbagai metode interaktif untuk menanamkan transparansi,
seperti diskusi terbuka tentang nilai-nilai moral, studi kasus etika, simulasi
dilema moral, dan proyek kelompok yang menekankan kejujuran. Pendekatan ini
membuat nilai integritas menjadi nyata dan dapat diterapkan dalam kehidupan
sehari-hari siswa.
Keteladanan guru tetap
menjadi faktor utama. Guru yang jujur dalam penilaian, terbuka dalam
komunikasi, dan adil dalam pengelolaan kelas membentuk budaya sekolah yang
menghargai kejujuran dan tanggung jawab. Siswa yang tumbuh dalam lingkungan ini
lebih cenderung menolak praktik curang dan koruptif.
Dengan mengajar melalui
transparansi, guru modern berperan sebagai agen perubahan yang tidak hanya
mentransfer ilmu, tetapi juga membentuk karakter siswa. Praktik ini menjadi
fondasi penting dalam mencetak generasi muda yang cerdas, bertanggung jawab, dan
berintegritas tinggi.
Author: Wasis Suprapto
Editor: Arika Rahmania
Sumber: AI