Menemukan Makna Ketekunan melalui Refleksi Isra’ Mi‘raj
Ketekunan merupakan sikap
yang sangat dibutuhkan dalam menjalani kehidupan, namun sering kali diabaikan
ketika hasil tidak segera terlihat. Banyak orang mudah menyerah saat menghadapi
hambatan, tanpa menyadari bahwa proses memiliki nilai yang sama pentingnya
dengan hasil. Peringatan Isra’ Mi‘raj mengajarkan bahwa ketekunan adalah kunci
dalam menjaga keimanan dan komitmen hidup.
Peristiwa Isra’ Mi‘raj
terjadi setelah Nabi Muhammad SAW melewati masa-masa sulit dalam dakwahnya.
Ujian demi ujian tidak membuat beliau berhenti, melainkan semakin menguatkan
tekad dan kesabaran. Dari sini, umat Islam dapat belajar bahwa ketekunan lahir
dari keyakinan yang kuat terhadap tujuan hidup yang diyakini benar.
Ketekunan juga tercermin
dalam pelaksanaan ibadah yang konsisten. Perintah salat dalam Isra’ Mi‘raj
mengajarkan bahwa kedisiplinan dan kesungguhan merupakan bagian dari perjalanan
spiritual. Ibadah yang dilakukan secara rutin melatih manusia untuk tetap tekun
meskipun dalam kondisi lelah atau menghadapi kesibukan.
Dalam kehidupan
sehari-hari, ketekunan membantu manusia mencapai tujuan jangka panjang. Baik
dalam pendidikan, pekerjaan, maupun kehidupan sosial, sikap tekun memungkinkan
seseorang untuk terus melangkah meskipun hasil belum tampak. Nilai ini sejalan
dengan pesan Isra’ Mi‘raj tentang pentingnya istiqamah dalam menjalani perintah
Tuhan.
Ketekunan juga berperan penting dalam menjaga kualitas hubungan sosial. Dengan ketekunan, manusia belajar untuk memahami perbedaan, memaafkan kesalahan, dan menjaga komitmen dalam hubungan. Spirit Isra’ Mi‘raj mengajarkan bahwa kesabaran dan ketekunan merupakan bagian dari akhlak mulia.Selain itu, ketekunan membantu manusia mengelola kegagalan dengan bijaksana. Kegagalan bukan akhir dari segalanya, melainkan bagian dari proses pembelajaran. Refleksi Isra’ Mi‘raj mengajarkan bahwa setiap ujian memiliki hikmah yang dapat memperkuat iman dan karakter.
Peringatan Isra’ Mi‘raj menjadi momen yang tepat untuk menumbuhkan kembali semangat ketekunan dalam diri. Dengan mengingat perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW, manusia diingatkan untuk tidak mudah menyerah dalam menghadapi berbagai tantangan hidup.Akhirnya, menemukan makna ketekunan melalui refleksi Isra’ Mi‘raj membantu manusia menjalani kehidupan dengan sikap yang lebih sabar, konsisten, dan penuh harapan. Ketekunan yang dilandasi iman akan membawa manusia pada kehidupan yang lebih bermakna dan bernilai.
Editor : Ihza Latifatun
Ni’mah