Sumber: UPTD SMP Negeri Sungai Kanan
Filosofi Ki Hajar Dewantara bukan sekadar slogan di hari Senin. Trilogi pendidikan—Ing Ngarso Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani—adalah manifestasi sempurna dari kepemimpinan transformasional di dalam kelas. Namun, bagaimana relevansinya di era digital ini?
Komitmen guru masa kini diuji untuk menerjemahkan filosofi klasik ini ke dalam tindakan nyata:
Ing Ngarso Sung Tuladha (Di depan memberi teladan): Ini bukan tentang menjadi guru yang otoriter, melainkan menjadi role model. Di era di mana hoaks merajalela, guru harus menjadi teladan dalam literasi digital dan berpikir kritis.
Ing Madya Mangun Karsa (Di tengah membangun semangat): Guru SD hari ini harus bisa menjadi teman diskusi, fasilitator yang memantik ide-ide liar dan kreatif anak-anak, bukan mematikannya dengan aturan kaku.
Tut Wuri Handayani (Di belakang memberi dorongan): Ini adalah esensi dari student-centered learning. Memberikan kepercayaan pada siswa untuk mandiri, namun tetap siap menangkap saat mereka jatuh.
Merefleksikan kembali ajaran Bapak Pendidikan Nasional ini mengingatkan kita bahwa tugas guru adalah menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya. Komitmen guru adalah jembatan emas menuju cita-cita luhur tersebut.
Editor: Alvina Fiqhiyah Ardita