Meneladani Akhlak Rasulullah Mahasiswa Berubah Lebih Beretika
Meneladani akhlak Rasulullah SAW dinilai menjadi pendekatan efektif dalam membentuk karakter mahasiswa yang lebih beretika dan berintegritas. Di tengah tantangan kehidupan kampus yang semakin kompleks, nilai kejujuran, amanah, tanggung jawab, dan kepedulian sosial yang dicontohkan Rasulullah relevan untuk membimbing perilaku mahasiswa dalam aktivitas akademik maupun sosial (Al-Bukhari; Muslim).
Kajian di bidang pendidikan menunjukkan bahwa pembentukan karakter melalui keteladanan memiliki pengaruh signifikan terhadap perilaku etis peserta didik. Keteladanan yang konsisten antara ucapan dan perbuatan terbukti mampu mendorong mahasiswa untuk bersikap jujur, bertanggung jawab, dan menghargai norma akademik (Lickona, 2018).
Dalam konteks pendidikan tinggi, penguatan etika dan integritas mahasiswa melalui nilai moral juga sejalan dengan upaya global dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan kesejahteraan sosial. Lingkungan akademik yang menekankan integritas dan nilai kemanusiaan berkontribusi pada pembentukan mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga matang secara moral (OECD, 2021).
Melalui peneladanan akhlak Rasulullah, mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang menjunjung tinggi etika, keadilan, dan tanggung jawab sosial, baik di lingkungan kampus maupun di tengah masyarakat.
Referensi
Al-Bukhari, M. I. Ṣaḥīḥ al-Bukhārī. Beirut: Dār Ibn Kathīr.
Lickona, T. (2018). Educating for Character: How Our Schools Can Teach Respect and Responsibility. New York: Bantam Books.
OECD. (2021). Beyond Academic Learning: First Results from the Survey of Social and Emotional Skills. Paris: OECD Publishing.
Penulis : Wasis Suprapto
Editor : Naela Zulianti Ashlah