Meneladani Akhlak Rasulullah: Jalan Mahasiswa Menuju Kesuksesan
Kesuksesan mahasiswa tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan akademik, tetapi juga oleh karakter dan akhlak dalam menjalani proses pendidikan. Meneladani akhlak Rasulullah SAW dinilai menjadi jalan penting bagi mahasiswa untuk meraih kesuksesan yang utuh, baik secara intelektual, moral, maupun sosial.
Al-Qur’an menegaskan bahwa Rasulullah merupakan teladan terbaik bagi umat manusia. Allah SWT berfirman, “Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu” (QS. Al-Ahzab: 21). Ayat ini menjadi landasan bahwa keteladanan Rasulullah, termasuk dalam kejujuran, amanah, dan tanggung jawab, relevan untuk dijadikan pedoman dalam kehidupan mahasiswa.
Rasulullah SAW juga menekankan pentingnya akhlak dalam meraih keberhasilan hidup. Dalam sebuah hadis disebutkan, “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia” (HR. Al-Bukhari). Nilai-nilai akhlak tersebut sejalan dengan sikap yang dibutuhkan mahasiswa untuk mencapai prestasi, seperti disiplin, kerja keras, dan kejujuran dalam proses akademik.
Dalam konteks kampus, mahasiswa yang meneladani akhlak Rasulullah cenderung menunjukkan etika akademik yang baik, mampu bekerja sama, serta memiliki kepedulian sosial. Lingkungan kampus yang mendukung penguatan karakter berbasis nilai moral diyakini mampu membantu mahasiswa berkembang secara optimal dan berkelanjutan.
Kajian pendidikan juga menunjukkan bahwa keberhasilan peserta didik tidak hanya ditentukan oleh kemampuan kognitif, tetapi juga oleh kompetensi karakter dan sosial-emosional (Lickona, 2018). Dengan demikian, meneladani akhlak Rasulullah menjadi jalan strategis bagi mahasiswa untuk meraih kesuksesan yang bermakna dan bermanfaat bagi masyarakat.
Referensi
Al-Qur’an al-Karim. QS. Al-Ahzab: 21.
Al-Bukhari, M. I. Ṣaḥīḥ al-Bukhārī. Beirut: Dār Ibn Kathīr.
Lickona, T. (2018). Educating for Character: How Our Schools Can Teach Respect and Responsibility. New York: Bantam Books.
Penulis : Wasis Suprapto
Editor : Naela Zulianti Ashlah