Mencegah Manipulasi Nilai dengan Sistem Integritas Guru
Manipulasi nilai masih
menjadi salah satu tantangan terbesar dalam dunia pendidikan. Untuk
mengatasinya, beberapa sekolah di Indonesia kini mulai mengimplementasikan
Sistem Integritas Guru (SIG), sebuah platform digital yang memantau proses
penilaian secara transparan dan akuntabel.
Menariknya, pakar
pendidikan internasional Prof. John Richardson dari University of Oxford
memberikan apresiasi terhadap langkah ini. “Negara-negara maju telah lama
menghadapi masalah integritas akademik. Sistem seperti SIG tidak hanya mencegah
manipulasi nilai, tetapi juga membangun budaya kejujuran dan profesionalisme di
kalangan guru,” ujarnya melalui wawancara daring.
SIG memungkinkan guru
memberikan penilaian yang objektif, sementara orang tua dan siswa dapat
memantau perkembangan belajar secara real-time. Selain itu, fitur audit
internal dan laporan otomatis membuat proses penilaian lebih transparan dan
dapat dipertanggungjawabkan.
Di beberapa sekolah
percontohan, implementasi SIG telah menurunkan kasus ketidakjujuran akademik
hingga 40%. Orang tua pun menyambut baik langkah ini. “Sekarang kami bisa
memantau nilai anak secara langsung, jadi tidak ada lagi keraguan tentang
manipulasi,” kata Rina, orang tua siswa SMP di Jakarta Selatan.
Kementerian Pendidikan
berencana memperluas sistem ini ke seluruh Indonesia dalam dua tahun ke depan,
dengan harapan menciptakan ekosistem pendidikan yang jujur, transparan, dan
berkualitas tinggi, sambil mengikuti praktik terbaik dari dunia internasional.
Author: Wasis Suprapto
Editor: Arika Rahmania
Sumber: AI