Membangun Pojok Baca "Siaga Bencana" di Perpustakaan Sekolah
Perpustakaan sekolah seringkali dianggap sebagai tempat yang sunyi, namun dengan hadirnya pojok baca "Siaga Bencana", area ini bisa menjadi pusat aktivitas yang paling menarik bagi siswa. Pojok baca ini didesain khusus dengan koleksi buku cerita, komik, dan infografis yang semuanya bertemakan edukasi kebencanaan serta pengetahuan alam nusantara. Penataan ruang yang nyaman dengan karpet berwarna cerah dan bantal-bantal empuk membuat siswa betah berlama-lama menyerap informasi penting tentang keselamatan. Selain buku, pojok ini juga bisa dilengkapi dengan berbagai permainan papan bertema mitigasi yang dapat dimainkan oleh siswa saat waktu istirahat sekolah. Keberadaan pojok baca yang spesifik ini menunjukkan komitmen sekolah dalam menjadikan literasi bencana sebagai prioritas utama dalam ekosistem pendidikan mereka. Setiap minggu, guru dapat menjadwalkan sesi baca bersama atau bedah buku singkat untuk memastikan koleksi tersebut benar-benar dimanfaatkan oleh seluruh warga sekolah.
Integrasi pojok baca ini ke dalam kegiatan belajar mengajar juga dapat dilakukan dengan memberikan tugas riset sederhana bagi siswa menggunakan referensi yang ada di sana. Siswa diajak untuk mencari tahu sejarah bencana di daerah mereka melalui kliping koran lama atau buku sejarah lokal yang tersedia di rak khusus tersebut. Hal ini menumbuhkan budaya membaca sekaligus rasa ingin tahu yang besar terhadap kondisi lingkungan geografis tempat tinggal mereka sendiri. Pojok baca "Siaga Bencana" juga bisa menjadi tempat bagi siswa untuk memajang karya-karya mereka, seperti poster mitigasi atau tulisan pendek tentang pengalaman saat simulasi. Dengan cara ini, perpustakaan bukan lagi sekadar gudang buku, melainkan ruang pameran pengetahuan yang hidup dan terus diperbarui secara kolektif. Orang tua siswa juga dapat dilibatkan dalam pengadaan koleksi buku melalui donasi, sehingga tercipta sinergi yang baik antara pihak sekolah dan keluarga. Ruang ini menjadi simbol fisik dari kesiapsiagaan yang ditanamkan secara halus namun konsisten setiap harinya di lingkungan sekolah.
Menurut Dr. Gunawan, seorang pakar literasi nasional, keberadaan ruang baca tematik seperti ini sangat krusial dalam membentuk kebiasaan literasi yang terarah pada isu-isu krusial di masyarakat. Beliau menyatakan, "Menyediakan akses mudah terhadap informasi bencana melalui pojok baca adalah langkah preventif paling fundamental untuk melindungi generasi muda dari ketidaktahuan yang membahayakan." Pernyataan ini menegaskan bahwa pengetahuan adalah tameng pertama dalam menghadapi bencana apa pun yang mungkin datang melanda di kemudian hari. Ketika anak-anak merasa akrab dengan buku-buku kebencanaan, mereka tidak akan merasa asing atau panik saat mendengar istilah-istilah darurat di kehidupan nyata. Literasi yang dibangun dengan rasa senang akan menciptakan pemahaman yang jauh lebih kokoh dibandingkan literasi yang dipaksakan melalui instruksi kaku. Pojok baca ini adalah investasi kecil dengan dampak besar bagi terciptanya masyarakat Indonesia yang cerdas bencana sejak bangku sekolah dasar.
Editor: Alvina Fiqhiyah Ardita