MASA DEPAN KURIKULUM PERSONAL YANG DIBENTUK OLEH INTERVENSI GURU
Sumber: https://share.google/images/OPg7huPSiDra5B01d
Personalisasi pembelajaran menjadi pendekatan penting dalam
pendidikan modern yang berfokus pada kebutuhan unik setiap siswa. Setiap anak
memiliki minat, gaya belajar, dan kecepatan belajar yang berbeda. Oleh karena
itu, kurikulum tidak bisa bersifat seragam untuk semua. Guru sebagai
fasilitator pembelajaran menjadi tokoh utama dalam menyesuaikan pembelajaran
dengan karakteristik siswa. Dengan personalisasi, siswa merasa dihargai dan
lebih termotivasi untuk belajar.
Peran guru sangat penting dalam merancang jalur belajar yang
unik untuk setiap siswa. Guru perlu melakukan asesmen awal untuk memahami
kebutuhan akademik dan non-akademik siswa. Informasi ini membantu guru menyusun
strategi pembelajaran yang sesuai dengan kondisi masing-masing siswa. Guru juga
harus fleksibel dalam memberikan tugas dan metode pembelajaran. Penyesuaian ini
menciptakan pengalaman belajar yang relevan dan bermakna.
Artificial Intelligence (AI) menjadi alat bantu efektif
dalam personalisasi pembelajaran. AI dapat membantu guru menganalisis data
belajar siswa dan memberikan rekomendasi pembelajaran yang sesuai. Misalnya,
aplikasi pembelajaran adaptif dapat memberikan soal yang berbeda sesuai
kemampuan siswa. Dengan dukungan AI, guru dapat mengelola kelas dengan lebih
efisien dan memberikan perhatian yang lebih tepat sasaran. Teknologi ini tidak
menggantikan guru, tetapi memperkuat peran mereka.
Namun, mengelola personalisasi untuk banyak siswa menjadi
tantangan tersendiri. Guru harus memberikan perhatian individual tanpa
mengabaikan kebutuhan kelas secara keseluruhan. Hal ini membutuhkan waktu,
energi, dan strategi manajemen kelas yang baik. Guru juga perlu memastikan
bahwa personalisasi tidak membuat siswa merasa diperlakukan berbeda secara
negatif. Konsistensi dalam pengelolaan kelas sangat dibutuhkan agar
personalisasi tetap efektif.
Intervensi yang tepat waktu menjadi faktor kunci
keberhasilan personalisasi. Guru harus peka terhadap perubahan perilaku atau
capaian akademik siswa untuk menentukan langkah yang diperlukan. Intervensi ini
bisa berupa bimbingan tambahan, motivasi, atau materi pembelajaran yang
disederhanakan. Dengan respons cepat, guru membantu siswa tetap berada di jalur
pembelajaran yang sesuai. Intervensi tepat waktu juga meningkatkan rasa percaya
diri siswa.
Kurikulum personal memiliki dampak positif besar terhadap
pengembangan potensi unik siswa. Dengan pendekatan ini, siswa dapat
mengeksplorasi minatnya lebih dalam dan mengembangkan bakat secara optimal.
Mereka juga merasa pembelajaran lebih relevan dengan tujuan hidup mereka di
masa depan. Selain itu, hubungan emosional antara guru dan siswa menjadi lebih
kuat karena adanya interaksi yang lebih personal. Semua ini menciptakan
lingkungan belajar yang sehat dan produktif.
Sebagai kesimpulan, guru adalah kunci utama dalam mewujudkan
pendidikan yang benar-benar personal. Personalisasi tidak akan berjalan tanpa
kepekaan, kreativitas, dan strategi pedagogis guru. Peran guru menjadi sangat
penting dalam mengombinasikan teknologi dan sentuhan manusia untuk pembelajaran
yang optimal. Guru memegang kendali dalam membantu siswa berkembang sesuai
potensinya. Maka, personalisasi pembelajaran menjadi bukti nyata peran guru
sebagai agen perubahan dalam dunia pendidikan.
Penulis: Firstlyta Bulan Aulia Ahmad
Editor: Arika Rahmania
Sumber: AI