MAKNA EMOSIONAL DI BALIK PERINGATAN HARI GURU NASIONAL
Sumber gambar: https://share.google/IFgd4UjjxYn2xoTfW
Hari Guru bukan hanya momentum formal atau sekadar seremoni sekolah. Di baliknya, terdapat makna emosional yang kuat bagi jutaan siswa di seluruh Indonesia. Banyak orang dewasa mengenang guru bukan sebagai pengajar mata pelajaran, melainkan sebagai sosok yang memberi motivasi, kepercayaan, atau harapan ketika mereka merasa tidak mampu.
Setiap orang hampir pasti memiliki satu guru yang paling berpengaruh dalam hidupnya. Guru yang mampu mengubah rasa takut menjadi percaya diri atau yang melihat potensi meski murid belum menyadarinya. Kenangan seperti inilah yang membuat Hari Guru tidak hanya diperingati dengan upacara, tetapi dengan rasa hormat yang mendalam.
Bagi guru sendiri, Hari Guru menjadi saat untuk menghargai perjalanan profesi yang sering kali penuh tantangan. Tidak jarang mereka bekerja hingga larut malam untuk menilai tugas, mempersiapkan materi, atau mencari metode mengajar yang lebih relevan bagi siswa.
Hari Guru juga menjadi simbol hubungan emosional antara guru, murid, dan keluarga. Banyak sekolah mengadakan kegiatan apresiasi, pemberian penghargaan, atau sekadar ucapan terima kasih sebagai bentuk penghormatan.
Pada akhirnya, Hari Guru mengingatkan masyarakat bahwa profesi ini bukan hanya pekerjaan, tetapi panggilan hati. Guru bekerja tidak hanya dengan pikiran, tetapi juga dengan empati dan hati nurani.
Dengan makna emosional yang begitu kuat, Hari Guru menjadi pengingat bahwa pendidikan adalah hubungan manusia sebelum ia menjadi sistem akademik.
Author: Adinda Budi Julianti
Editor: Arika Rahmania
Sumber: AI