Literasi Kebencanaan Perlu Ditanamkan Sejak Usia Dini
Pemerintah terus mendorong pentingnya literasi kebencanaan bagi anak sejak
usia dini. Indonesia merupakan negara yang rawan terhadap berbagai bencana alam
seperti gempa bumi, banjir, dan gunung meletus. Kondisi ini menuntut
masyarakat, termasuk anak-anak, memiliki pemahaman dasar tentang kebencanaan.
Literasi kebencanaan bukan hanya soal pengetahuan, tetapi juga kesiapsiagaan
dan sikap tanggap. Anak-anak perlu dikenalkan pada risiko bencana di lingkungan
sekitar mereka. Dengan pemahaman sejak dini, dampak bencana dapat diminimalkan.
Pendidikan kebencanaan dapat diberikan melalui kegiatan belajar di sekolah.
Guru berperan penting dalam menyampaikan materi kebencanaan dengan cara yang
mudah dipahami. Materi dapat disesuaikan dengan usia dan kemampuan siswa.
Misalnya melalui cerita, gambar, permainan, atau simulasi sederhana. Pendekatan
ini membuat anak tidak merasa takut, tetapi justru lebih waspada. Anak juga
belajar mengenali tanda-tanda bencana.
Literasi kebencanaan sejak dini membantu anak bersikap tenang saat bencana
terjadi. Anak yang memahami prosedur penyelamatan akan lebih siap mengikuti
arahan orang dewasa. Hal ini dapat mengurangi kepanikan yang sering terjadi
saat bencana. Selain itu, anak dapat membantu mengingatkan teman atau
keluarganya. Sikap saling peduli dan gotong royong pun dapat tumbuh.
Nilai-nilai ini penting dalam situasi darurat.
Orang tua juga memiliki peran besar dalam membangun literasi kebencanaan.
Pengetahuan yang diberikan di sekolah perlu diperkuat di rumah. Orang tua dapat
mengajak anak berdiskusi tentang bencana dengan bahasa sederhana. Kegiatan
seperti latihan evakuasi keluarga dapat dilakukan secara berkala. Dengan
demikian, anak merasa aman dan terlindungi. Kerja sama antara sekolah dan
keluarga sangat diperlukan.
Dengan literasi kebencanaan sejak dini, diharapkan tercipta generasi yang
tangguh bencana. Anak-anak tidak hanya menjadi korban, tetapi juga individu
yang siap menghadapi risiko. Pendidikan ini menjadi investasi jangka panjang
bagi keselamatan bangsa. Upaya ini harus dilakukan secara berkelanjutan. Semua
pihak perlu terlibat secara aktif. Literasi kebencanaan adalah kebutuhan, bukan
pilihan.
Editor: Alifatul Hidayah