Kurikulum Merdeka Dibahas dalam Forum Hari Guru
Forum Hari Guru tahun ini kembali menjadi ajang diskusi penting mengenai masa depan pendidikan Indonesia. Salah satu topik yang paling menyita perhatian adalah implementasi Kurikulum Merdeka, yang dianggap membawa angin segar sekaligus tantangan baru bagi para pendidik. Banyak guru mengapresiasi fleksibilitas yang ditawarkan kurikulum ini, namun mereka juga menegaskan bahwa keberhasilannya sangat bergantung pada kesiapan sekolah dan pendampingan yang konsisten.
Para guru dalam forum tersebut menyoroti bahwa Kurikulum Merdeka membuka ruang bagi kreativitas, pembelajaran berdiferensiasi, serta penilaian yang lebih berpihak pada siswa. Namun, di lapangan masih ditemukan kesenjangan kemampuan guru dalam merancang modul ajar, melakukan asesmen formatif, hingga mengintegrasikan projek penguatan profil pelajar Pancasila. Hal ini membuat implementasi tidak selalu berjalan merata di setiap daerah.
Pakar pendidikan internasional, Prof. Andreas Schleicher (OECD, 2023), menyampaikan bahwa kurikulum fleksibel seperti Kurikulum Merdeka akan sukses jika ekosistem pendidikannya mampu memberi ruang inovasi sekaligus dukungan teknis yang kuat. “Fleksibilitas kurikulum harus diimbangi dengan pelatihan yang berkelanjutan. Guru tidak bisa dibiarkan berjalan sendiri dalam proses perubahan,” ujarnya dalam sebuah seminar global. Pandangan ini menjadi referensi penting dalam forum sebagai pengingat bahwa transformasi kurikulum membutuhkan strategi pendampingan jangka panjang.
Guru juga menilai bahwa Kurikulum Merdeka menuntut perubahan mindset, bukan sekadar perubahan dokumen. Dari guru yang terbiasa mengajar berbasis paket materi, kini mereka perlu memahami kebutuhan individual siswa, mengembangkan modul ajar, serta merancang pembelajaran yang lebih kontekstual. Tanpa dukungan pelatihan intensif dan akses komunitas belajar yang kuat, perubahan ini bisa menjadi beban tambahan.
Forum Hari Guru menekankan perlunya memperkuat tiga aspek: kesiapan kompetensi guru, ketersediaan sumber belajar, dan keselarasan kebijakan sekolah. Banyak usulan muncul, mulai dari peningkatan pelatihan berbasis praktik, penyederhanaan administrasi, hingga pemerataan fasilitas teknologi di seluruh sekolah. Para guru berharap pemerintah konsisten mendampingi agar Kurikulum Merdeka tidak hanya menjadi konsep ideal, tetapi benar-benar membawa dampak nyata bagi pembelajaran.
Dengan semakin luasnya diskusi di berbagai level, Kurikulum Merdeka diharapkan menjadi langkah strategis untuk menyiapkan generasi Indonesia yang lebih adaptif, kreatif, dan berdaya saing global. Forum Hari Guru menegaskan bahwa perubahan kurikulum bukan sekadar agenda pemerintah tetapi komitmen bersama untuk menghadirkan pendidikan yang lebih relevan dan berkeadilan bagi semua.
Penulis: Wasis Soeprapto
Ediotor: Arika Rahmania
Sumber: AI