Kurikulum HIV/AIDS Masuk Ekstrakurikuler Kesehatan di SD Makassar
SD di Makassar memasukkan kesadaran HIV/AIDS ke dalam kegiatan ekstrakurikuler kesehatan. Program ini dianggap lebih fleksibel karena dilakukan di luar jam pelajaran. Siswa yang berminat dapat mengikuti kegiatan secara sukarela. Guru pembina mendapat modul khusus dari dinas pendidikan. Ekstrakurikuler ini diikuti puluhan siswa kelas atas. Sekolah melihat minat siswa cukup tinggi.
Kegiatan ekstrakurikuler dilakukan seminggu sekali. Materi disampaikan melalui permainan edukatif. Guru memberikan cerita pendek tentang kesehatan dan empati. Siswa berdiskusi mengenai pentingnya tidak mendiskriminasi teman. Aktivitas kelompok memperkuat kerja sama. Suasana belajar sangat menyenangkan.
Program ekstrakurikuler ini juga mengajak siswa membuat karya kreatif. Siswa membuat poster, video pendek, dan slogan edukasi. Karya mereka dipamerkan setiap bulan. Kreativitas siswa diapresiasi sekolah. Poster-poster berisi pesan anti-bully dan peduli sesama. Kegiatan ini meningkatkan rasa percaya diri siswa.
Orang tua diberikan informasi mengenai kegiatan ekstrakurikuler. Mereka mendukung karena kegiatan bersifat sukarela. Banyak orang tua merasa anak mereka lebih terbuka membahas kesehatan. Guru memastikan bahwa setiap penjelasan tetap sesuai usia anak. Komunikasi antara sekolah dan keluarga berjalan baik. Kesadaran kesehatan meningkat di rumah.
Sekolah mengundang tenaga kesehatan secara berkala. Mereka memberikan materi tambahan mengenai kebersihan diri. Tenaga kesehatan juga memberikan sesi tanya jawab. Siswa antusias mendengarkan penjelasan dari ahli. Kegiatan ini memperkaya wawasan siswa. Kolaborasi lintas lembaga menjadi nilai penting.
Kepala sekolah berencana memperluas jumlah peserta tahun depan. Ekstrakurikuler ini dianggap sangat bermanfaat. Siswa menunjukkan perubahan sikap lebih empatik. Orang tua berharap kegiatan terus berjalan. Makassar mulai dikenal sebagai kota yang serius mengembangkan pendidikan kesehatan anak. Program dinilai sangat inspiratif.
Author: Arika Rahmania
Editor: Arika Rahmania
Sumber: AI